Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

 


Iklan

 


Indeks Berita

Kepala Desa di Banjarnegara Tidak Berani Garap Tanah Bengkok, Pernah Ada Yang Berkunjung Sampai Dirumah Muntah Darah dan Meninggal

Selasa, 05 Juli 2022 | 11:06:00 AM WIB Last Updated 2022-07-05T04:06:18Z
Tanah bengkok di Desa Danakerta

Laporan: Iwan Setiawan


BANJARNEGARA, harian7.com - Negara kita Indonesia sangat kental dengan adat istiadat, wajar jika sebagian masyarakat yang masih mempercayai sebuah mitos yang berkembang di tengah masyarakat.





Mitos adalah kepercayaan yang terjadi turun temurun yang berkaitan dengan sejarah yang terjadi sebelumnya dan merupakan represi dari alam bawah sadar.



Mitos bisa berasal dari kisah yang kadang-kadang dapat berakar pada fakta sejarah, akan tetapi lebih sering berhubungan dengan makhluk gaib atau fenomena alam.




 Sebuah mitos belum tentu fakta, karena mitos yang berkembang masih sebatas cerita masyarakat yang sulit untuk untuk di buktikan baik melalui logika, kalau orang jawa biasa menyebut "jare" atau kata orang.





Desa Danakerta, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara mempunyai banyak mitos yang berkembang dan masyarakat sekitar masih mempercayainya.




Desa Danakerta ada sebuah bengkok atau biasa di sebut lahan garapan kepala desa yang menurut masyarakat tidak boleh di garap, bahkan hanya sekedar datang ke lokasi lahan garapan seorang kepala desa.





Menurut Warsito salah satu warga Danakerta mengatakan bahwa, salah tanah bengkok di Danakerta merupakan tanah milik janda atau tanah sengsara, siapapun yang menjabat kepala desa tidak berani berkunjung atau menggarap tanah bengkok tersebut akan cepat meninggal.

Adnan saat bercerita tentang tanah bengkok di Desa Danakerta


"Dahulu ada Kepala Desa bernama Sayudi baru menjabat selama 6 bulan datang ke sini  sesampai dirumah muntah darah hingga meninggal, karena menurut dia hal ini merupakan tahayul," ungkapnya dan di amini oleh warga sekitar, Minggu (04/07/2022) kemarin.





Senada juga diungkapkan Adnan, jika kepala desa atau jaman dahulu disebut demang, bakalan tidak lama menjabat bila berani berkunjung di tanah bengkok di Desa Danakerta.






"Menurut cerita dulu pernah ada kepala desa yang datang untuk mencangkul di tanah bengkok ini selang beberapa hari langsung meninggal" jelasnya.







Lebih jauh Adnan mengungkapkan jika jaman dahulu tanah bengkok ini pernah di huni oleh seorang janda kunti atau janda yang sudah lama tidak mendapatkan suami.







"Dia punya hutang kepada demang atau kepala desa dijaman kerajaan mataram namun tidak bisa mengembalikanya hingga tanah tersebut dirampas, kemudian Ia  mengutuk bila kelak ada demang atau kepala desa yang datang ke tanah ini hidupnya tidak akan lama," tuturnya.






Adnan juga menceritakan bila selama mengolah tanah bengkok di Desa Danakerta sering ditemui seoarang wanita cantik didalam mimpinya jika lupa berdoa terlebih dahulu menjelang tidurnya.






"Bila  tidur lupa berdoa sering bermimpi bertemu dengan wanita yang sangat cantik dan mengaku sebagai pacar saya, namun jika berdoa sebelum tidur saya tidak pernah bermimpi bertemu dengan wanita tersebut," pungkasnya.



































×
Berita Terbaru Update