• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Sosok Sujoni, Seorang Pengelana Kini Jadi Terapis Tradisional Yang Dicari Orang Karena Banyak Pasien Sembuh

    REDAKSI
    Jumat, 11 Juni 2021, 11:20:00 PM WIB Last Updated 2021-06-11T16:20:10Z
    Ilustarasi.(Ist)


    Laporan: Susilo | Kabiro Pekalongan

    Editor: Bang Nur


    TEGAL,harian7.com - Pilihan pekerjaan bak pilihan hidup yang harus dijalani meskipun diambil dengan keputusan sulit. Muhamad Sujoni , tidak menyangka setelah melang lang buana, kini menggeluti pekerjaan sebagai seorang terapis pijat refleksi dan pengobatan herbal.


    Ditemui harian7.com dikediamanya sekaligus tempat praktik yang beralamatkan Jalan Pramuka No 1 RT 13 RW 13 Kelurahan Karangmangu Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal, menuturkan, berbekal pengalaman puluhan tahun bekerja di salah satu pusat kebugaran pijat refleksi ternama di Jakarta, kini dirinya membuka praktek sendiri.


    "Setelah pulang ke kampung halaman, saya mencoba menerapkan pengalaman  di pijat akupresur reflexology, yang pernah didapat di Jakarta,"katanya, saat ditemui harian7.com, Jumat (11/6/2021) sore.


    Pria yang akrab disapa Mas Jon ini menuturkan, dirinya mulai menjalankan aktifitasnya sebagai seorang terapis ini hanya sebatas kalangan saja. Namun karena banya yang cocok dan sembuh setelah ditangani, akhirnya dari mulut kemulut kini banyak orang yang datang untuk di terapis.


    "Awalnya yang datang  minta diterapis itu dari kalangan lingkungan, namun lama kealamaan kini  juga banyak dari desa lain bahkan juga datang dari kota lain dan provinsi lain. Ya niat saya membantu sesama mas,"ungkapnya.


    Ditambahkanya, ia menekuni profesi ini dengan niat ingin membantu sesama. Ketika ditanya mengenai tarif, Mas Jon menjawab untuk soal tarif seiklhasnya, kecuali ada obat herlbal yang harus dibeli. Itupun murah dan masih terjangkau.


    Masih ditempat yang sama, Nurokhim salah satu pasien asal Jatinegara, saat ditemui harian7.com mengaku kini penyakit stroke yang ia derita berangsur membaik dan sembuh setelah diterapi oleh Mas Jon.


    Ia membeberkan, awal mula mengalami stroke yakni pasca lebaran Idul Fitri. Sebelumnya sempat  di bawa ke salah satu rumah sakit di Slawi. Namun karena saat itu masih suasana lebaran, maka dokter jaga pun belum ada.


    "Saat itu saya bingung mau berobat kemana. Ahkirnya mendapat informasi kalau di daerah Karangmangu ada seorang terapis yang biasa menangani stroke dan penyakit berat lainya. Akhirnya saya putuskan ke tempat Mas Jon,"bebernya.


    Pertama tiba ditempat Mas Jon, masih dalam keadaan tidak bisa jalan dan digendong. Setelah dicek oleh Mas Jon, tekanan darah sangat tinggi yakni 190/140 mmHg.


    "Setelah dites, Mas Joni menyampaikan ke saya, jika stroke ini di akibatkan adanya penyempeitan pembuluh darah otak kanan. Maka kaki dan tangan sebelah kiri tak bisa di gerakan sama sekali bahkan mulut saya juga sukar bicara,"terang Nurokhim.


    Selanjutnya dengan sistem refleksi dan acupresur."Setelah menunggu dari jam 10 hingga pukul 14,00 wib, Alhamdulilah mas joni keluar ruangan terapis dan saya bisa  bisa berjalan lagi,"ucapnya.


    Ditambahkanya, hari ini kami kesini lagi dalam rangka mengecek kondisi dan mengucapkan trimakasih."Kini saya sudah sembuh,"pungkasnya.


    Senada disampaikan sejumlah pasien lainya. Mereka mengaku kondisinya semakin membaik setelah di terapis oleh Mas Joni.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini