• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Setelah Dilakukan Pencarian Selama Dua Hari, Korban Laka Air Sungai Lungge Akhirnya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

    Admin : Ady Prasetyo
    Kamis, 03 Juni 2021, 10:59:00 AM WIB Last Updated 2021-06-03T03:59:40Z

     Penulis : Wahono | Kontributor Temanggung


    Proses Evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan. 


    MAGELANG, harian7.com - Setelah dua hari dilakukan pencarian, akhirnya Yongki Widodo (19) warga Mirikerep RT 11 RW 4 Desa Jetis, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung berhasil ditemukan petugas dalam keadaan meninggal dunia (MD) di bantaran sungai progo ikut wilayah Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Pada Rabu, (3/6/21).

     

    Bermula pada hari selasa malam 1 Mei 2021 sekira pukul 18.30 Wib korban bersama empat temannya melalui sungai Lungge, Desa Bangkalan menuju Desa Wonokerto. Namun korban berjalan terpisah dari teman-temannya.


    Menurut keterangan saksi, korban terlihat berdiri di tengah jembatan Lungge, namun karena debit air waktu itu cukup deras kemungkinan korban terjatuh dan terseret arus sungai.


    Kapolsek Borobudur AKP Sigit Asnawi SH ketika dikonfirmasi harian7.com membenarkan adanya penemuan ini.




    "Sekira pukul 06.00 Wib tadi ada warga masyarakat yang melihat adanya mayat yang mengapung di bantaran sungai progo," Jelasnya.


    Setelah ditemukan, dan ditangani oleh Damkar kab. Magelang, Basarnas, Koramil Borobudur, Satgas TRC PB, Polsek Mungkid, Polsek Borobudur serta Relawan dilanjutkan identifikasi secara visual ciri ciri jenazah yang di temukan sama dengan survivor yang hilang.


    "Pihak keluarga mengatakan bahwa korban adalah positif yang dicari, hasil identifikasi Tim Inafis Polres Magelang menyatakan 100% identik korban," Tandasnya.


    Dalam upaya pencarian korban sebelumnya, dari wilayah Temanggung juga melibatkan sekitar 150 petugas dari BPBD yang dibantu Tim SAR, PMI, relawan, anggota Polsek dan Koramil Tembarak, pemerintah desa Jetis juga warga setempat. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini