• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Ganjar Minta Bupati/Walikota Antisipasi Terjadinya Cluster Baru Pada Perayaan Syawalan

    REDAKSI SEMARANG
    Selasa, 18 Mei 2021, 7:23:00 PM WIB Last Updated 2021-05-18T12:23:05Z
    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo


    Penulis : Andi Saputra | Editor : M.Nur


    SEMARANG, Harian7.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh Bupati/Wali Kota mengantisipasi keramaian yang kemungkinan terjadinya lonjakan cluster baru Covid-19 pada syawalan atau lebaran ketupat.


    "Tepat seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri pasalnya tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan masyarakat pada acara itu dan kita tadi rapat dengan Menkes dan Mendagri dan diingatkan soal Lebaran Ketupat atau Syawalan, nanti semuanya harus siaga,"ujarnya, Selasa (18/5).


    Menurutnya, perintah larangan mudik telah berakhir pada 17 Mei kemarin. sehingga ada kemungkinan orang akan mudik setelah tanggal itu untuk merayakan Syawalan bersama keluarga.


    "Maka itu jadi catatan kita, Kamis besok harus siap-siap karena kemungkinan akan adanya arus masyarakat mudik setelah pembatasan-pembatasan kemarin dilakukan," jelasnya.


    Dia menambahkan, Semuanya harus menyediakan tempat untuk antisipasi situasi 14 hari setelah Lebaran dan 14 hari setelah Lebaran Kupat. Rumah sakit harus siaga, tempat-tempat isolasi harus ditambah, ICU dan juga tempat isolasi terpusat harus disiapkan termasuk SDM, obat-obatan dan lainnya. 


    "Kalau itu membikin kerumunan tidak boleh, tapi kalau dibatasi silakan diatur. Teman-teman Kabupaten/Kota sampai level desa, camat dan lurah harus bekerja sama dengan Babinsa/Babhinkamtibmas untuk mengatur. Kalau tidak bisa diatur, harus tidak diizinkan,"pungkasnya. 


    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menuturkan belum ada peningkatan kasus Covid-19 beberapa hari pasca-Lebaran ini. Beberapa daerah memang ada sedikit peningkatan, seperti Kabupaten Semarang, Demak, Pati, Kudus dan Grobogan.


    "Tapi itu bukan dari pemudik, itu lebih banyak dari kasus yang muncul tinggi beberapa waktu lalu, yakni klaster keluarga,"pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +