• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Adv

    Ngesti Tak Kuasa Menahan Haru Saat Mengetahui Gurunya Semasa SMP Menjadi Relawan Pemenanganya, Indra : 'Ngesti Itu Dari Keluarga Sederhana, Tapi Tekad dan Semangatnya Luar Biasa Sejak Dulu'

    Senin, 16 November 2020, 5:38:00 PM WIB Last Updated 2020-11-16T10:39:22Z


    Laporan: Shodiq


    UNGARAN,harian7.com - Calon Bupati Semarang Ngesti Nugraha tak kuasa menahan haru saat mengetahui gurunya semasa sekolah di SMP Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang Indra Triyuwana, menjadi relawan pemenangan untuk Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) di Pilkada 9 Desember 2020. 


    Indra datang ke Posko Pemenangan Ngesti Nugraha-Basari bersama Komunitas Lumut Ijo. Guru olahraga tersebut telah pensiun sejak September 2020. "Saya itu tahu Ngesti sejak sekolah, jadi saya ikhlas menjadi relawan pemenangan Ngebas," jelasnya, Minggu (15/11/2020). 


    Indra mengenang sosok Ngesti sebagai pribadi yang sederhana tapi memiliki semangat luar biasa. "Kita tahu Ngesti berasal dari keluarga yang biasa, tapi tekadnya untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat harus kita dukung," ungkapnya. 


    Koordinator Komunitas Lumut Ijo, Ari Imam Basuki mengatakan seluruh anggotanya yang berasal dari 19 kecamatan menyatakan mendukung pasangan calon Nomor urut 2, Ngesti Nugraha dan Basari. "Kami percaya program-program dari Ngebas akan menyejahterakan warga Kabupaten Semarang," paparnya. 


    Sementara Ngesti Nugraha mengatakan memprogramkan Kartu Serasi Sehat untuk seluruh warga Kabupaten Semarang yang belum memiliki BPJS Kesehatan. 

    "Kunci dari pemerataan jaminan kesehatan adalah pendataan yang baik, makanya nanti data diperbaiki agar tidak ada tumpang tindih," jelasnya. 


    Ngesti menegaskan bahwa anggota Lumut Ijo juga harus ditingkatkan kesejahteraannya. "Insentif Linmas akan lebih baik lagi, nanti disesuaikan dengan keuangan daerah," paparnya. 


    Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang ini juga menegaskan akan memanfaatkan tanah eks bengkok untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. "Untuk itu perlu dibentuk kelompok sesuai potensi kewilayahan dan harus dikelola profesional," kata Ngesti.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini