-->

Iklan

Adv

Guru Harus Aktif Dalam Pembelajaran Masa Pandemi

Selasa, 21 Juli 2020, 1:55:00 PM WIB Last Updated 2020-07-21T06:55:03Z
UNGARAN,harian7.com - Para guru SD dan SMP Negeri di Kabupaten Semarang diimbau tetap aktif melaksanakan pembelajaran tatap muka kepada para siswa meski di masa pandemi Covid-19 ini. Namun para guru diminta berkreasi untuk mencegah potensi penyebaran virus Korona. Salah satu caranya dengan mendatangi tempat tinggal para siswa.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Sukaton Purtomo usai mendampingi Bupati H Mundjirin menyerahkan SK kepada 154 Kepala Sekolah di aula Kantor Disdikbudpora di Suwakul, Ungaran, Senin (20/07/2020) siang.

Dijelaskan oleh Sukaton, meski belum terdata secara resmi, dirinya telah menerima laporan adanya kreatifitas guru mendatangi para siswa itu di beberapa kecamatan.

Diantaranya di SD Mlilir Bandungan dan beberapa guru SMP di Kecamatan Bringin. Para guru itu mendatangi para siswa dalam satu desa yang dikumpulkan di satu tempat.

" Sudah ada laporan namun belum kita inventarisir. Kita akan dorong guru untuk melakukan kreasi seperti itu guna memenuhi hak dasar anak menerima pendidikan,” terangnya.

Pada awal tahun ajaran 2020/2021 ini, lanjutnya, Disdikbudpora melaksanakan pembelajaran dengan pola dalam jaringan dan luar jaringan. Khusus untuk kelas tujuh SMP dan kelas satu SD dilakukan kegiatan tatap muka satu kali seminggu selama tiga jam.

Proses pembelajaran tetap mengutamakan keselamatan para peserta didik dan guru dengan menjalankan protokol kesehatan.

Sementara itu Bupati Semarang H Mundjirin saat sambutannya menegaskan, " para kepala sekolah mempunyai tugas tambahan. Selain melaksanakan tugas dan fungsi rutin, mereka juga diperintahkan untuk mencegah terjadinya klaster baru penularan Covid-19 di lingkungan sekolah," ucapnya.

" Sebagai seorang aparatur sipil negara, para kepala sekolah harus memiliki manfaat bagi lingkungannya. Termasuk menyelenggarakan pendidikan yang tidak menyebabkan timbulnya potensi penularan virus Korona di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Sukaton, 154 kepala sekolah negeri itu terdiri dari kepala taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar negeri dan SMP Negeri. Pengangkatan dalam jabatan kepala sekolah ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri untuk mengisi kekosongan jabatan selama ini.

" Tahun ini akan ada 15 jabatan kepala sekolah yang kosong karena pejabatnya pensiun. Rencananya akan diadakan seleksi untuk mengisi kekosongan pada tahun ini juga,” pungkasnya.(Arie B/ Jun)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini