Iklan

Adv

Gerakan Cuci Tangan Dalam 3 Jam Di Kawasan Bandungan

Jumat, 24 Juli 2020, 7:31:00 PM WIB Last Updated 2020-07-24T12:31:40Z
Penulis: Arie Budi

UNGARAN,harian7.com -  Ratusan pekerja pariwisata Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang menggelar aksi masa. Mereka sebelumnya menuntut sejumlah tempat usaha pariwisata dan hiburan yang tutup selama lima bulan ini segera dibuka dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, Kamis(23/7/2020) Siang.

Aksi damai tersebut dilaksanakan dengan wujud gerakan cuci tangan pakai sabun atau cairan sanitizer di pasar wisata dan pasar Bandungan serta Pasar Agrobisnis di Desa Jetis Bandungan. Selain gerakan cuci tangan setiap tiga jam, masa yang terdiri dari karyawan agrowisata, hotel, taksi online, tukang ojek wisata, sopir mobil carteran dan karyawan karaoke serta sopir Jeep Tour itu juga membagikan ribuan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar serta para pengguna jalan.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Kabupaten Semarang, Ir. Budi Satriyo menyampaikan, kami sangat berharap tempat wisata dan hiburan di Bandungan segera dibuka. Sebab ini menyangkut harkat hidup orang banyak. 1.025 karyawan dari sektor wisata dan hiburan yang menanggur. Bisnis terkait kena efek domino seperti warung makan, laundry, toko oleh-oleh, taksi online dan ojek. Dengan dibukanya tempat wisata dan hiburan ekonomi masyarakat mulai menggeliat.

" Kami menyambut baik kebijakan Bupati Semarang H Mundjirin yang akhirnya membuka seluruh tempat usaha pariwisata dan hiburan. Pihaknya juga akan mematuhi aturan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam rangka pencegahan Covid-19,"ucapnya.

" Kami merasa lega, dengan di keluarkannya kebijakan pembukaan tempat wisata dan hiburan di Bandungan. Ini sebuah langkah cerdas untuk penanganan Covid-19, menekan penularannya tanpa harus mematikan perekonomian masyarakat. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Semarang untuk penanganan Covid-19," tambahnya di sela-sela pembagian masker dan Pasar Agrowisata, Jetis Bandungan bersama sejumlah karyawan karaoke dan Taman Bunga Celosia.

Sementara itu General Manajer Taman Bunga Celosia Bandungan Riyan Firmansyah mengatakan, "  walaupaun hanya resto di tengah taman bunga yang dibuka, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan di wisata Taman Bunga Celosia yang dikelolanya. Dengan adanya kebijakan pembukaan tempat wisata pihaknya akan lebih memperketat protocol kesehatan dan akan membantu pemerintah untuk mencegah penularan dengan terus sosialisasi ke masyarakat dan membagikan masker dan handsanitizer, " ucapnya.

" Untuk Celosia di Bandungan ini kami bagikan 1000 masker di pasar dan jalanan serta di lingkungan usaha kami.Dan akan kami bagikan di Pasar Agrowisata Jetis, sebab klaster paling tinggi di pasar,” kata Riyan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan,"  pihaknya mengapresiasi gerakan cuci tangan setiap tiga jam yang dilaksanakan serentak se Kecamatan Bandungan. Dewi juga mengapresiasi gerakan yang digelar sejumlah elemen masyarakat Bandungan khususnya di bidang pariwisata, Kamis (23/7) pagi dan sore kemarin. Bahkan Dewi dan stafnya juga turut serta keliling pasar Bandungan untuk mensosialisasikan protocol kesehatan terhadap pedagang dan pengunjung pasar.

" Kami berpesan agar semua pelaku usaha pariwisata dan hiburan untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, " jelasnya.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini