Iklan

Adv

Hari Buruh, Gubernur Jateng Salurkan Bantuan untuk Pekerja yang Di-PHK dan Dirumahkan

Jumat, 01 Mei 2020, 5/01/2020 05:55:00 PM WIB Last Updated 2020-05-01T11:04:02Z
Ganjar Pranowo saat memberikan bantuan.
Editor: Shodiq

SEMARANG,harian7.com – Jika di tahun sebelumnya peringatan Hari Buruh diwarnai dengan suasana demonstrasi dan unjuk rasa oleh para pekerja, tahun ini, di tengah pandemi covid-19, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru mengunjungi para buruh dan membagikan bantuan sembako kepada korban terdampak Covid-19 itu.

Ada tiga tempat yang dikunjungi Ganjar, Jumat (1/5/2020) pagi, yakni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kudu, Genuk, Kota Semarang, Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, dan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Boyolali.

Sebanyak 864 paket sembako dibagikan Ganjar kepada para buruh yang menempati Rusunawa Kudu, 300 paket untuk penghuni Rusunawa Gedanganak, dan 1.000 paket untuk pekerja yang di-PHK di Boyolali. Mereka begitu antusias menerima bantuan dari Ganjar karena selama ini memang kesulitan.

“Di rusunawa ini, 75 persen dihuni oleh buruh pabrik. Hampir semuanya sudah terdampak, ada yang di PHK atau dirumahkan,” kata Mujiono (65), salah satu buruh yang tinggal di Rusunawa Kudu.

Mujiono sendiri mengaku sudah dua minggu dirumahkan dari pekerjaannya di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Sisa tabungan selama bekerja, ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah dapat bantuan sembako dari Pak Gubernur. Bisa membantu kami yang terdampak corona ini,” kata Mujiono.

Rasa syukur juga diungkapkan Sugeng Khotib. Setelah di-PHK dua bulan yang lalu, Sugeng mengaku kesulitan menjalani kehidupan.

“Sekarang kerja serabutan, bantu nyapu bersih-bersih di rusunawa ini. Semuanya demi mencukupi anak istri,” kata Sugeng.

Sugeng menerangkan, peringatan May Day tahun ini memang berbeda dari tahun biasanya. Jika tahun-tahun lalu ia juga ikut demonstrasi, saat ini ia tidak begitu semangat.

“Tidak demo sekarang, kondisinya sudah seperti ini. Saya terima kenyataan saja, demo sekarang tidak penting, yang penting itu bantuan,” pungkas Sugeng.



Karyawan Kontrak

Keluhan serupa didengar Ganjar dari ratusan karyawan kontrak yang menempati Rusunawa Gedanganak Kabupaten Semarang. Selama wabah covid-19 terjadi, para karyawan ini dirumahkan tanpa diberi gaji oleh perusahaan masing-masing.

Seperti yang disampaikan Armi (35), karyawan sebuah perusahaan garmen di Kabupaten Semarang. Selama dua bulan dirumahkan, Armi tidak mendapatkan gaji sepeserpun.

“Saya tidak dapat gaji pak, sudah dua bulan tidak gajian. Padahal kebutuhan terus ada,” kata Armi kepada Ganjar.

Ganjar pun menanyakan kenapa tidak diberikan gaji. Padalah setahunya, meskipun dirumahkan, banyak perusahaan yang tetap membayarkan gaji karyawan meskipun tidak penuh.

“Soalnya saya bukan pegawai tetap, Pak, saya (karyawan) kontrak. Jadi tidak dapat (gaji). Apalagi kontrak saya ini sudah mau habis, tidak tahu apakah diperpanjang atau tidak,” ujar Armi.

Hal senada disampaikan Ari Wibowo (45), pekerjan yang juga tinggal di rusunawa itu. Kepada Ganjar, Ari yang sudah dirumahkan selama sebulan dari perusahaannya, juga mengatakan tidak mendapatkan gaji.

“Saya kerja di percetakan pak, tapi statusnya masih kontrak. Kawan-kawan yang sudah tetap, mereka meskipun dirumahkan tetap mendapat gaji,” kata Ari.

Mendengar hal itu, Ganjar langsung meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng, Sakina Rosellasari untuk menindaklanjuti hal itu.

“Tolong laporan-laporan ini ditindaklanjuti. Dicarikan solusi yang baik dengan mengajak bicara kawan-kawan perusahaan tentang karyawan kontrak ini,” perintah Ganjar.

Setelah berbincang dengan para pekerja, Ganjar memberikan bantuan 300 paket sembako kepada penghuni Rusunawa Gedanganak. Mereka begitu senang mendapatkan bantuan sembako dari Ganjar tersebut.

Ganjar mengatakan sengaja berkeliling untuk membagikan sembako kepada pekerja di Jateng yang sedang kesulitan lantaran di-PHK, dirumahkan maupun mengalami dampak lainnya, seperti usaha yang mandek, dan lain sebagainya.

“Momentum May Day ini kita gunakan untuk saling membantu. Daripada buruh pada demo, mengumpulkan masa itu kan berbahaya. Maka kami meminta buruh tidak usah aksi demo di peringatan May Day ini, biarkan kami yang demo dengan membagi-bagikan bantuan kepada mereka. Mudah-mudahan ini bisa membantu meringankan beban kawan-kawan buruh,” kata Ganjar. (*)

Sumber: Humas Provinsi Jateng
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini