Iklan

Adv

Dampak Covid -19, Pedagang Tabur Bunga dan Kue Lebaran di Pasar Mbalak Keluhkan Sepi Pembeli

Senin, 18 Mei 2020, 5/18/2020 11:23:00 AM WIB Last Updated 2020-05-18T04:23:04Z
Salah satu penjual bunga tabur menunggu pembeli dagangannya yang masih menumpuk.
Penulis: Ady Prasetyo Kabiro Kedu

MAGELANG, harian7.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2020 suasana pasar tradisional di wilayah Kabupaten Magelang, masih dipadati pengunjung seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat di pasar Desa Rejosari Kecamatan Pakis Kabupaten  atau yang lebih dikenal dengan sebutan pasar Sanggrahan atau pasar Mbalak.

Nampak aktivitas warga yang melakukan transaksi jual beli aneka kebutuhan sehari-hari dan untuk menyambut lebaran masih nampak cukup antusias mengadu nasib dengan tersedianya kios maupun lapak yang digelar.


Seperti saat harian7.com memantau langsung pada Senin, (18/05/2020) terlihat kerumunan pengunjung juga memadati area pasar tersebut namun pengunjung lebih banyak yang sedang melakukan jual beli di los pakaian, sementara untuk los kue dan sembako tampak agak sepi.

Salah satu pedagang bernama Wahyudi (41) mengatakan, untuk keramaian aktivitas pasar ini masih seperti biasanya, namun omset penjualan dari para pedagang menurun cukup drastis.

" Mungkin karena sulitnya ekonomi sehingga masyarakat yang berada di sekitar wilayah ini kurang berminat untuk membeli dagangan yang digelar oleh para penjual di pasar ini, " jelasnya.

Di sisi lain para pedagang bunga tabur mengeluhkan akan penjualannya yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,

Hal ini dituturkan Sarinah (40) asal Dusun Pakis kidul bahwa tahun ini dirinya mengaku kesulitan menjual dagangannya karena tidak ada pendatang maupun orang luar yang membeli dagangannya.


" Tahun ini sangat sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya dalam sehari saya bisa menjual sekitar 100 hingga 150 keranjang kecil bunga untuk kebutuhan nyekar, tapi sekarang mau menjual 50 keranjang saja sangat kesulitan," paparnya.

Ditambahkan, biasanya menjelang lebaran seperti ini harga per keranjang kecil biasa dijual seharga Rp. 20000 (dua puluh ribu rupiah) hingga Rp 25. 000 (dua puluh lima ribu rupiah) namun sekarang paling mentok hanya laku terjual sebesar Rp. 10.000 ( sepuluh ribu rupiah), imbuhnya. (*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini