Iklan

Adv

Patung Dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen di Tuban Runtuh

Kamis, 16 April 2020, 7:17:00 PM WIB Last Updated 2020-04-16T12:17:47Z
Patung dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen di Tuban yang runtuh.
Laporan: Tri Rustyono - Editor: Heru Santoso

TUBAN, harian7.com – Warga Tuban dikagetkan dengan runtuhnya Patung dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen yang berada di komplek Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, Kamis (16/04/2020) sekitar pukul 10.00 wib. Patung tersebut selama ini menjadi terbesar di Asia Tenggara.

            Sejumlah warga yang tidak jauh dari patung tersebut mengaku kaget saat mendengar suara gemuruh tiupan angin dan tiba-tiba mendengar suara brugg, seperti ada pesawat terbang yang jatuh. Sebelumnya, tidak terlihat ada tanda-tanda jika patung itu mau runtuh. Beruntung, runtuhnya patung dewa itu tidak memakan korban jiwa.

            “Saya mendengar ada suara gemuruh diikuti suara seperti ada pesawat terbang jatuh. Bahkan, suara tersebut begitu cepat hilang. Setelah cari-cari info, teryata patung dewa setinggu 30 meter di komlek Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban itu runtuh,” ujar Sri Sulastri (53) warga Latsari, Tuban.

            Sementara itu, Ketua Penilik TITD Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro hingga berita ini dikabarkan, belum dapat dikonfirmasi. Bahkan, sejumlah orang yang berda di Kelenteng itu ketika dimintai klarifikasinya juga enggan memberikan keterangan.

Sedangkan, Kapolsek Tuban, AKP Geng Wahono mengatakan, bahwa pihaknya mendapat laporan masyarakat jika patung dewa itu runtuh sekitar pukul 10.00 WIB. Usai terima laporan, langsung mendatangi lokasi runtuhnya patung tersebut. Namun, sesampai di depan kelenteng, ternyata belum diijinkan masuk lokasi.

“Kami untuk sementara melakukan pengamanan di luar kelenteng, karena memang belum diijinkan masuk lokasi. Informasi yang kami peroleh, patung itu dibangun dengan anggaran mencapai Rp 1,5 Miliar dan diresmikan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan pada tahun 2017 lalu,” tandas AKP Geng Wahono kepada wartawan, di komplek patung dewa yang runtuh. (Tris Rustyono / Heru Santoso)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini