UCAPAN RAMADHAN

Iklan

Adv

Ritual Bugil Untuk Hilangkan Sial, Dukun Abal-Abal Cabuli 20 Gadis Dibawah Umur

Kamis, 16 Mei 2019, 5/16/2019 04:23:00 AM WIB Last Updated 2019-05-16T04:31:14Z
Garut,harian7.com - Riswan Ginanjar (26) seorang Dukun abal-abal cabuli 20 gadis di bawah umur diringkus jajaran Satreskrim Polres Garut.

Para korban masing - masing masih berusia 15 sampai 17 tahun.

Pasca peristiwa tersebut, kini korban mengalami trauma.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan mengungkapkan, aksi pemuda pengangguran ini terungkap setelah salah seorang korban mengadu kepada orang tuanya, yang selanjutnya melapor ke Polsek Cisewu.

"Saat ini pelaku masih terus kami  pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap apa motif yang sebenarnya dan untuk mengatahui jumlah korban yang pasti," ujar Kapolres.

Sementara itu,  Riswan sang dukun cabul kepada polisi mengaku, perbuatan keji tersebut ia lakukan sejak ini setahun silam yakni  sejak Juni 2018. Tak hanya itu, ia menyebut jika sudah 20 gadis yang telah ia cabuli. Jumlah tersebut berbeda dengan pengakuan Riswan sebelumnya yang menyebut jika ia hanya mencabuli 16 gadis yang menjadi pasienya.

Modus yang dilakukan Riswan yakni mencari calon korbanya melalui jejaring sosial Facebook dan melalui pesan singkat WhatsApp. Kepada calon korban setelah berkenalan, Riswan mengaku sebagai dukun sakti yang bisa menghilangkan sial dan galau.

Setelah berhasil berkenalan dengan korbanya, sang dukun cabul ini mengajak bertemu para korbanya yang di lanjutkan dengan ritual yang tak lazim yakni dengan cara bugil sebagai syarat dan juga harus berhubungan badan (pelaku dan korban) agar sial hilang.

Atas kasus tersebut Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Tasik Ato Rinanto turut turun tangan dalam kasus ini. Kepada wartawan ia menyebutkan saat ini kondisi korban secara psikis masih trauma dan perlu waktu untuk memulihkan.

"Pasca peristiwa tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologinya. Untuk itu, langkah kami, pertama mendampingi proses hukumnya. Selanjutnya kami akan bekerjasama dengan para pihak terkait untuk bersama memulihkan kondisi psiki para  korban," kata Ato kepada wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Garut, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019) kemarin.(Tina/red)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini