• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    HUT RI

     




    Adv

    Nekat Edarkan Obat Terlarang, Warga Karangreja 'Nginep' Kantor Polisi

    REDAKSI
    Kamis, 22 Juli 2021, 3:40:00 PM WIB Last Updated 2021-07-22T08:40:35Z
    Polres Purbalingga saat menggelar konferensi pers.


    Laporan: Wahyudin | Kontributor Purbalingga


    PURBALINGGA,harian7.com,  Satuan Reserse Narkoba  Polres Purbalingga kembali mengungkap kasus penyalahgunaan obat terlarang. Satu tersangka berinisial D alias Liper (23) pekerjaan buruh warga Kecamatan Karangreja diamankan berikut barang bukti ratusan butir obat terlarang.


    Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono saat memberikan keterangan, Kamis (22/7/2021) kepada harian7.com mengatakan, bahwa petugas dari Satresnarkoba Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan obat terlarang. Tersangka yang merupakan pengedar obat terlarang berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Karangreja, Senin (12/7/2021) malam.


    "Tersangka diamankan petugas yang mencurigai gerak-geriknya di wilayah Kecamatan Karangreja. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan ratusan obat terlarang jenis Hexymer," kata Kabag Ops didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Muhammad Muanam dan Kasubbag Humas Iptu Muslimun.


    Dari tangan tersangka diamankan ratusan butir obat terlarang jenis Hexymer dengan rincian 7 paket obat Hexymer dalam plastik transparan berisi masing-masing 20 butir, 18 paket obat Hexymer dalam plastik transparan berisi masing-masing 10 butir. 


    "Obat terlarang jenis Hexymer tersebut sudah dalam bentuk paketan dan dimasukkan dalam bungkus rokok yang dibawa tersangka," ucapnya


    Berdasarkan keterangan tersangka ia mendapat obat terlarang dengan cara membeli dari seseorang di wilayah Kecamatan Bobotsari. Obat terlarang tersebut kemudian dikemas dalam plastik transparan selanjutnya diedarkan kepada orang lain. 


    Kabag Ops menambahkan bahwa tersangka dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini