• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Gegara Rokok Sebatang Nyawa Melayang

    Abdurrochman
    Senin, 14 Juni 2021, 1:34:00 PM WIB Last Updated 2021-06-14T06:34:54Z
    Pewarta : Saelan
    Editor     : Abdurrochman


    CILACAP, harian7.com
    - Gara-gara tidak memberi rokok saat dimintai, seorang warga nyawanya melayang ditebas lehernya dengan sebilah kampak, Minggu (13/06/2021).

    Kejadian berawal saat Gustiyona (52) warga Karang Rena, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap sekitar pukul 13.00 WIB sedang berada di sawah di Desa Jepara Wetan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap.

    Tiba-tiba datang WR (26) warga Desa Jepara Wetan Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap yang meminta sebatang rokok kepada Gustiyono, namun Gustiyono tidak memberi, sehingga terjadi percekcokan.

    Karena tidak terima, WR kemudian masuk ke dapur dan mengambil sebilah kampak lalu menghantamkan serta menghunuskan kampak tersebut ke punggung Gustiyono.

    Setelah pelaku menghunuskan kampak kepada korban, Lina adik WR sempat berusaha mendekap pelaku WR agar tidak menghantam lagi, namun karena Lina badannya lebih kecil dari pelaku, ia pun malahan terpental. Kemudian pelaku kembali menghantam korban hingga tewas di TKP.

    Kemudian adik pelaku, Lina langsung pulang melaporkan kejadian tersebut ke perangkat Desa Jepara Wetan dan meneruskan ke pihak Koramil 04/Binangun melalui Babinsa setempat.

    Babinsa Koramil 04/Binangun, Sertu Sasmita bersama warga kemudian mendatang lokasi kejadian, dan segera mengamankan pelaku dari amukan massa. Pelaku yang pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Banyumas akhirnya diserahkan ke pihak Polsek Binangun

    “Kita sudah mengamankan pelaku dan kita serahkan ke Polsek Binangun untuk dimintai keterangan berikut para saksi yakni Lina dan ayah pelaku (Warso) agar kejadian ini bisa ditangani dengan tuntas," jelas Babinsa.

    Sementara, lanjutnya korban masih dalam penanganan petugas medis dari Puskesmas setempat.

    “Dugaan sementara, pelaku mengalami gangguan jiwa, karena menurut keterangan warga sekitar, WR sudah pernah di rawat di Rumah Sakit Jiwa Banyumas selama tiga bulan,” pungkasnya (*) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +