• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    OJK Regional 3 Fasilitasi Klaster UMKM di 17 Kabupaten

    REDAKSI SEMARANG
    Kamis, 18 Februari 2021, 10:40:00 PM WIB Last Updated 2021-02-18T15:43:33Z
    Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Aman Santosa


    SEMARANG, Harian7.com - Dalam upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendukung kebangkitan UMKM, Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kantor OJK Regional 3) melakukan business matching klaster UMKM.


    Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa mengatakan sangat penting OJK, Pemerintah Daerah, serta Industri Jasa Keuangan bahu-membahu untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Jawa Tengah.


    "UKM merupakan sektor yang harus dibangkitkan kembali dan terus dikembangkan. banyak kluster UKM unggulan yang tersebar di 17 Kab/Kota di Jawa Tengah yang membutuhkan pembiayaan dan pendampingan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerahnya,"ujarnya, Kamis (18/2).


    Menurutnya, Selain program business matching, OJK Regional 3 bersama Kantor OJK di wilayah Jawa Tengah dan DIY juga memberikan dukungan maksimal dalam perluasan akses pasar secara digital melalui platform market place UMKM-MU.


    "Saat ini sudah ada 400 produk UMKM Jawa Tengah dan DIY yang dipasarkan melalui UMKM-Mu. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi UMKM-Mu melalui Play Store,"tuturnya. 


    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dan Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah.


    "Kerjasama ini sangat membantu pemerintah dalam menyelesaikan tugasnya membina klaster UMKM dari hulu sampai dengan hilir. Pembinaan dan pendampingan akan diprioritaskan untuk 17 Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi,"jelasnya. 


    Dia menuturkan dukungan OJK dan Industri Jasa Keuangan tidak terbatas pada akses pembiayaan tapi juga memberikan solusi terkait bahan baku, tata kelola dan proses produksi serta pemasaran.


    "Ada fakta bahwa ternyata banyak UMKM merugi karena tidak tahu cara mengatur cash flow,"pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +