Iklan

Adv

Ganjar : Sudah saatnya media sosial dipenuhi dengan narasi baik untuk menanamkan nilai Pancasila

Rabu, 30 September 2020, 4:06:00 PM WIB Last Updated 2020-09-30T09:06:47Z
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menjadi narasumber Forum Group Discussion yang dihelat Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) RI.


SEMARANG,harian7.com - Sudah saatnya media sosial dipenuhi dengan narasi baik untuk menanamkan nilai Pancasila. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menjadi narasumber Forum Group Discussion yang dihelat Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) RI, di Kota Semarang, Rabu (30/9/2020).

“Sudah saatnya media sosial diisi dengan narasi positif, narasi baik. Jangan sampai media sosial diisi oleh ideologi yang bukan Pancasila,” ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, media sosial sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya dengan video, vlog, dan narasi baik lainnya.

“Jadi media sosial mesti dibanjiri dengan kegiatan positif, narasi-narasi baik. Coba ada pemuda dengan atribut agama yang berbeda saling berangkulan. Ada beda agama yang saling menolong. Ini dibuat visual video kan bagus. Sudah saatnya narasi baik, contoh yang baik itu kita berikan,” tuturnya.

Selain itu, pemahanan nilai Pancasila juga harus disampaikan dengan bahasa yang mudah diterima oleh generasi sekarang.

“Kita sampaikan dengan bahasa mereka. Bahasa yang mudah dan langsung makjleb. Artinya dengan style anak muda,” paparnya.

Jika metode itu dilakukan, lanjut Ganjar, setidaknya menjadi benteng terhadap ideologi non-Pancasila yang akan masuk.

“Jika ada virus non-Pancasila itu sudah ada tamengnya,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Utama Lemhannas RI, Komjen Pol Didid Widjanardi menuturkan, FGD kali itu bertema “Mencari Bentuk Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Di Era Globalisasi”

“Kami melakukan kajian jangka panjang, tentang mencari bentuk implementasi nilai Pancasila. Karena setelah generasi global dan berkembangnya media sosial, implementasi di kalangan muda agak menurun,” jelasnya.

Hasil kajian nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan acuan pengambilan kebijakan. (Andi S/DJ)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini