Iklan

Adv

Kemenparekraf Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Diajak Tetap Produktif Ikuti Asian Animation Summit 2020

Senin, 20 April 2020, 6:00:00 AM WIB Last Updated 2020-04-19T23:00:04Z
Jakarta,harian7.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak pelaku ekonomi kreatif khususnya subsektor film dan animasi tetap produktif di tengah pandemi COVID-19 dengan ikut mendaftar dan berpartisipasi dalam Asian Animation Summit pitching forum 2020 yang digelar pada 18-20 November di Bali.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (19/4/2020) dalam siaran persnya menjelaskan, Kemenparekraf mengadakan pengajuan terbuka mulai 14 April hingga 9 Juni 2020 untuk menjaring para pembuat animasi untuk tetap produktif dan menciptakan karya-karya yang bisa diterima secara global.

“Kita telah open submission film animasi untuk diikutkan pada acara Asia Submission Sumit (AAS) 2020 yang akan diadakan di Bali pada 18-20 November 2020. Mudah-mudah wabah pademi COVID-19 sudah berakhir dan kita bisa menjalankan acara itu,” kata Fadjar.

Fadjar juga menjelaskan, acara tersebut nantinya akan dihadiri oleh animator-animator dunia seperti Walt Disney dan sebagainya. Dan menjadi kesempatan para animator Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri.

“Open Submission memang untuk animasi anak-anak. Namun kami persilahkan untuk para animator-animator lainnya untuk bergabung. Ketika mereka ikut nantinya akan mendapat mentoring dari praktisi luar yang levelnya global, sehingga diharapkan hasilnya nanti bisa match dengan market global,” katanya.

Bagi pelaku kreatif yang ingin bergabung bisa mendaftar dan mengirimkan hasil karyanya melalu email dit.aksespembiayaan@kemenparekraf.go.id dengan subject Submission ASS 2020 Showcase/Development (pilih salah satu).

Untuk informasi dan keterangan syarat lebih lanjut bisa mengunjungi www.ass.kidscreen.com atau mengunjungi sosial media (instagram) @kemen.parekraf.

Agustini Rahayu
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.(Yuan/rls)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini