• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Gubernur Jateng : Waspadai Varian Baru Covid - 19

    REDAKSI SEMARANG
    Senin, 24 Mei 2021, 4:57:00 PM WIB Last Updated 2021-05-24T09:57:55Z
    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo


    Penulis : Andi Saputra | Editor : M.Nur


    SEMARANG, Harian7.com - Varian baru Covid-19 dari India B.1617.2 dinyatakan telah masuk ke Jawa Tengah (Jateng).


    Hal itu menyusul hasil tes whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan terhadap 13 orang anak buah kapal berwarganegara Filipina yang melakukan bongkar muat di Cilacap, menunjukkan terkonfirmasi Covid-19 varian dari India itu.


    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan agar terus memantau para tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif Covid-19. Semuanya telah diperiksa dan dilakukan tes WGS di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.


    "Saya minta hati-hati, karena varian baru di Cilacap sudah muncul. Jangan sampai menyebar. Tidak hanya pada Bupati/ Wakil Bupati Demak dan Sragen, tapi saya minta semua kepala daerah waspada," ujarnya, di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, Senin (24/5).


    Menurutnya, seluruh bupati/ wali kota se-Jateng agar mewaspadai munculnya varian baru Covid-19 itu dan semua siaga mengingat penyebarannya begitu cepat.


    "Kita belum tahu hasilnya mudah-mudahan tidak. Tapi seandainya iya, maka ini bukti keganasan virus ini. Virus begitu cepatnya menyebar, dari sisi pasien dan nakes berhubungan, itu nakesnya bisa ketularan,"jelasnya. 


    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menuturkan, 13 orang ABK berkewarganegaraan Philipina dipastikan mengidap varian baru Covid-19 asal India, B.1617.2. Sementara 32 orang tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif, sedang dalam proses pemeriksaan.


    "Mereka semua sudah diisolasi. Untuk para nakes, sedang dilakukan pemeriksaan WGS dan ini sedang menunggu hasilnya. Mungkin dalam satu atau dua hari sudah keluar," ucapnya.


    Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga melakukan tracing kontak terhadap keluarga nakes itu dan untuk pelayanan RSUD Cilacap untuk sementara layanan rawat jalan ditutup.


    "Untuk layanan rawat jalannya sementara ditutup sampai tanggal 26 Mei nanti. Kami lakukan sterilisasi tempat-tempat yang ada di sana," tutur Yulianto Prabowo.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +