Iklan

Adv

Jelang New Normal, Pantai Parang Tritis dan Pantai Depok Uji Coba Dibuka

Senin, 01 Juni 2020, 2:26:00 AM WIB Last Updated 2020-05-31T19:35:36Z
Foto Pantai Parang Tritis. Doc. TM
BANTUL,harian7.com - Setelah selama kurang lebih dua bulan tutup akibat mewabahnya virus corona atau Covid 19, tempat wisata dan kuliner di pantai Parangtritis, Pantai Depok, Bantul, DIY mulai di uji beroprasi, dengan penerapan protokol kesehatan.

Adapun saat diuji beroprasi pada, Minggu (31/5/2020), pembukaan wisata kuliner  ditinjau langsung oleh Bupati Bantul Suharsono.

Disela kunjunganya Suharsono mengungkapkan,  semua pedagang  selama ini terpaksa tutup karena adanya pandemi. Para pedagang semata-mata hanya menggantungkan hidup dari sektor pariwisata, maka selama ditutup nasibnya cukup memprihatinkan.

"Kalau tidak jualan ya tidak ada pemasukan. Makanya uji coba buka (sentra seafood di Depok-red),"ungkap Bupati.

Selanjutnya, setelah usai berkunjung ke warung-warung, Suharsono menyatakan usulan pembukaan kawasan Parangtritis ke Gubernur DIY dilatari menggeliatnya ekonomi Kota Yogyakarta dan Sleman mulai Juni 2020.

"Hotel-hotel di Kota dan Sleman sudah mulai buka. Karena di Bantul tidak banyak hotel, kami inginkan kawasan Parangtritis diprioritaskan Gubernur," kata Bupati.

Sembari mengutip pernyataan Gubernur DIY, Suharsono menyatakan keputusan pembukaan objek wisata di masa pandemi diserahkan ke pimpinan daerah.

Meski demikian, Suharsono meminta sinergi antara pemerintah dan pelaku pariwisata terus ditingkatkan, terutama soal penerapan protokol kesehatan.

"Karena akan banyak risiko jika kita mengabaikan penerapan protokol kesehatan," kata Bupati.

Terpisah,  Ketua Mina Bahari, koperasi kawasan wisata Pantai Depok Sutarlan mengatakan,  beroperasinya beberapa rumah makan sesuai kesepakatan anggota koperasi.

"Memang tidak semua warung dibuka. Hanya yang siap menerapkan protokol kesehatan yang kami beri kesempatan. Ini juga sebagai upaya menghidupkan geliat ekonomi," kata Sutarlan.

Ada sebanyak 10 dari 35 warung di Depok mengikuti uji coba ini. Warung-warung ini mengurangi jumlah meja dan kursi hingga separuh kapasitas sebagai upaya jaga jarak. Setiap warung juga diwajibkan menyediakan lebih dari satu tempat cuci tangan dilengkapi sabun.

"Terpenting ada geliat ekonomi dulu. Karena jika warung sudah buka, dipastikan ekonomi mulai berjalan dan masyarakat tidak terpuruk," kata Sutarlan.

Sutarlan berharap,"Meski uji coba dan pembukaan resmi objek wisata menunggu kepastian pemerintah, banyak tamu datang ke warung-warung di pantai ini,"pungkasnya.(Syam)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini