• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Adv

    Antisipasi Kerusakan Tanggul Yang Sebabkan Banjir, Gubernur Jateng Bentuk Tim Jaga Kali

    Selasa, 14 Januari 2020, 1:42:00 AM WIB Last Updated 2020-01-13T18:43:24Z
    Ganjar Pranowo saat kunjungi pengungsian korban banjir di Demak.(Foto - hms jtng)
    DEMAK,harian7.com  - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membentuk tim Jaga Kali untuk mengantisipasi kerusakan tanggul sungai yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

    "Tim tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai, Pemprov Jateng dan pemkab ataupun pemkot,"kata Ganjar saat mengecek langsung pembuatan tanggul semipermanen Sungai Tuntang di Desa Trimulyo Guntur Demak, Senin (13/1/2020).

    Lanjut Ganjar, Desa tersebut menjadi salah satu yang diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Tanggul darurat pun dibangun untuk menanggulangi kejadian serupa.

    "Maka fungsi tanggul ini jangan diotak-atik untuk apapun. Jangan ditanami, jangan bikin pintu air dan jangan ngambil air dengan membuat gorong-gorong. Ini harus kita rawat. Karena begitu ini rentan, jika curah air hujan tinggi akan langsung dihajar. Kita bentuk tim Jaga Kali untuk patroli,"terang Ganjar.

    Ganjar menambahkan, ada dua sisi tanggul Sungai Tuntang di desa itu yang jebol. Saat ini tujuh eskavator telah diterjunkan ke lokasi untuk menggarap tanggul semipermanen. Sebelumnya tanggul darurat telah dibangun namun tak kuasa membendung derasnya arus sungai.

    "Terimakasih untuk masyarakat yang terus membantu untuk menanggulangi ini dengan cepat. Kemarin sudah buat satu tanggul darurat dan jebol. Sekarang dibuat permanen dengan menggunakan teknologi. Mudah-mudahan ini bisa mempercepat tindakan pencegahan,"ungkapnya.

    Dijelaskan Ganjar, berdasarkan hasil evaluasi, jebolnya tanggul menyebabkan banjir di beberapa titik. Dari aliran Sungai Tuntang saja sudah menyebabkan banjir di Demak dan Grobogan. Selanjutnya Brebes, yang juga ada sedimentasi. Ganjar mengapresiasi respon cepat yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang langsung terjun ke lokasi.

    "Ini tindakan cepat. Kalau saya melihat di sebelah kanan saya Sungai Tuntang, di sebelah kiri saya adalah kawasan pemukiman yang jelas lebih rendah dari Sungai Tuntang. Maka tanggul ini fungsinya adalah mengamankan sehingga air tidak limpas atau masuk ke pemukiman,"jelas Ganjar.

    Untuk itu, Ganjar menghimbau tim Jaga Kali untuk selalu berpatroli dan mengecek kerusakan tanggul.

    "Kita perlu sosialisasi dan patroli jaga kali. Kenapa? Air mesti kita jaga terus dan semua menggunakan. Tapi selalu saja ada daerah rawan yang di situ perlu tanda peringatan dan sesekali ada patroli apakah di situ ada gangguan atau tidak," imbuhnya.

    Untuk jangka panjang, Ganjar mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah terus menggalakkan penanaman pohon secara massal di hulu. Di Jawa Tengah, upaya reboisasi dilakukan di kawasan Gunung Muria, Pegunungan Kendeng dan daerah hulu lainnya.

    "Kami bekerjasama merawat sedimentasi. Meski ini ranahnya BBWS tapi kami siap bantu. Kalau semua diserahkan PUPR duitnya tidak cukup. Tapi sedimentasi bukan hanya soal mengeruk lho. Sekarang kita tanam terus dalam beberapa minggu ini. Di Muria, Kendeng dan hulu yang lain,"pungkas Ganjar. (Dina/hms jtng)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini