Iklan

Iklan

,

Iklan

 


Fakta Kericuhan di Final Bener Bersatu Cup 3, Versi Tim PS Putra Bakti Patemon

Admin: Shodiq
Selasa, 04 Juni 2024, 7:28:00 PM WIB Last Updated 2024-06-05T06:58:11Z

Laporan : Shodiq


Panda Mulyanto(celana coklat) official Tim Putra Bakti Patemon disaat menerima piala BBC sebagai Juara 1 bersama Ar Rafi di Kantor Pemerintah Desa Bener, Selasa(4/6/2024). 


UNGARAN|HARIAN7.COM - Kericuhan terjadi dalam final sepak bola Bener Bersatu Cup 3 yang digelar di Lapangan Pule, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Minggu (2/6/2024) sore. 


Pertandingan tersebut mempertemukan Putra Bakti Patemon melawan Ar Rafi Ampel Boyolali.


Dalam kericuhan tersebut, pemain dan penonton yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit mengejar dan mengeroyok wasit hingga mengalami luka.


Menurut ofisial PS Putra Bakti Patemon, Panda Mulyanto, kericuhan yang pertama bermula saat terjadi benturan antara pemain Ar Rafi Ampel dan Putra Bakti Patemon. Wasit menilai benturan tersebut sebagai pelanggaran pemain Putra Bakti terhadap pemain Ar Rafi, sehingga memicu protes dari pemain Putra Bakti.


"Mas Bayu Pradana adalah kapten tim, jadi wajar kalau dia protes. Namun, mas Bayu langsung diberi kartu merah. Itu yang menyebabkan pemain emosi. Seharusnya diberikan peringatan satu dan dua terlebih dahulu," tutur Panda saat ditemui di acara penyerahan Piala Bener Bersatu Cup di Kantor Pemdes Bener, Selasa (4/6/2024) pagi.


Merasa diperlakukan tidak adil, Bayu Pradana melakukan protes lebih keras dengan mendorong dada wasit hingga wasit terjatuh. Para pemain Putra Bakti dan suporter kemudian ikut mengejar wasit.


"Mas Bayu tidak memukul. Dia cuma mendorong dan mencoba menendang, tapi tendangannya tidak kena. Malahan dia yang jatuh," jelasnya.


Kericuhan kedua terjadi karena Panda merasa heran dengan keputusan wasit yang memberikan tendangan penalti kepada Ar Rafi. Hal ini memicu kericuhan terulang kembali.


"Bola crossing itu langsung keluar. Kenapa wasit tengah langsung menunjuk penalti, sedangkan wasit dua menunjuk tendangan sudut. Ini yang memicu emosi pemain dan pendukung," pungkasnya.

Iklan