Iklan

Iklan

,

Iklan

 


Diduga Terpeleset, Kakek di Krandon Lor Ditemukan Meninggal Dunia di Parit

Admin: Shodiq
Senin, 10 Juni 2024, 8:38:00 AM WIB Last Updated 2024-06-10T03:15:15Z

Laporan : Bang Harju


Anggota Polisi Polsek Suruh disaat menunjukkan lokasi penemuan mayat, Minggu(9/6/2024) sore. 



UNGARAN|HARIAN7.COM -Seorang pria lanjut usia, Buseri (74), warga Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh, ditemukan meninggal dunia di sebuah parit tidak jauh dari rumahnya, pada Minggu (9/6/2024) sore. 


Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Kamtin (61), dalam kondisi sudah tidak bernyawa.



Kapolsek Suruh, AKP Ririh Widiastuti SH. MH., pada Senin (10/6/2024) menjelaskan bahwa korban sempat pulang ke rumah setelah mencari pakan ternak, namun kemudian pergi lagi tanpa berpamitan dengan istrinya.



"Menurut keterangan istri korban, Bapak Buseri keluar rumah pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB untuk mencari pakan ternak kambing miliknya. Sekitar jam 10.00 WIB, korban kembali ke rumah membawa tanaman untuk pakan ternaknya. Setelah menaruh tanaman tersebut, korban kembali meninggalkan rumah tanpa pamit kepada istrinya," ungkap Kapolsek didampingi Kanit Binmas Ipda Aris Widagdo SH, Kanit Reskrim Aiptu Amari SH, dan Ka SPKT Aipda Toriqul SH.



Kapolsek menambahkan, hingga pukul 16.00 WIB, korban tidak kunjung pulang sehingga istrinya berinisiatif mencarinya. Dalam pencariannya, korban ditemukan di parit dalam posisi terlentang dan kondisi sudah meninggal dunia.



Melihat suaminya meninggal dunia, istri korban langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kepada pihak Polsek Suruh.



"Saat di lokasi kejadian, bersama personel Polsek Suruh, Babinsa, dan warga sekitar, ditemukan dua buah bambu dan senjata tajam jenis bendo yang diduga digunakan untuk memotong bambubambu," imbuhnya. 



"Menurut penuturan warga sekitar, korban sehari-hari membuat keranjang anyaman dari bambu. Kedalaman parit sekitar 1,5 meter dari lokasi jatuhnya korban, dan ditemukan pula bekas tanah tergerus yang diduga akibat korban terpeleset masuk ke dalam parit yang kering dan berbatu," bebernya dengan gamblang. 



Keterangan dari pihak keluarga menyatakan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit, meskipun beberapa waktu lalu sempat menjalani operasi hernia.


Tim medis Puskesmas Suruh yang  mendatangi  TKP menjelaskan bahwa korban murni meninggal bukan karena penganiayaan, dengan hasil pemeriksaan luar yang tidak menemukan bekas tanda-tanda penganiayaan.



"Pihak keluarga, Eko Wibowo (55), yang merupakan keponakan korban, telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkas AKP Ririh.

Iklan