Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Gelar Buka Puasa Bersama di Istana Negara

Redaksi
Senin, 01 April 2024, 04:29 WIB Last Updated 2024-03-31T21:29:12Z
Istimewa.


JAKARTA | HARIAN7.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), bersama Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menggelar buka puasa bersama dengan anggota Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (28/03/2024). Acara ini merupakan buka puasa bersama pertama yang dilaksanakan setelah masa pandemi COVID-19.


Suasana keakraban dan kehangatan terasa dalam acara tersebut, dengan para anggota Kabinet Indonesia Maju saling bertukar obrolan santai dan canda tawa. Dalam tausiahnya, Wapres Ma'ruf Amin menekankan pentingnya puasa sebagai latihan disiplin, kejujuran, dan pengendalian hawa nafsu.


"Puasa itu kan menahan nafsu. Ini yang paling besar karena nafsu itu perang sepanjang hayat. Nafsu itu memerintahkan kejelekan, pasti membawa kejelekan, nafsu apapun itu. Oleh karena itu, harus dikendalikan," ujarnya dengan tegas.


Lebih lanjut, Wapres juga mengungkapkan keistimewaan puasa sebagai ibadah yang langsung mendapatkan balasan dari Allah Swt. "Puasa yang kita lakukan ini ada hikmah, bukan satu, banyak hikmahnya. Karena itu, puasa itu ibadah spesial," tambahnya.


Wapres pun berharap hikmah puasa dapat memberikan dampak yang baik bagi bangsa Indonesia. "Mudah-mudahan kita semua sebagai bangsa bisa mengendalikan diri, apalagi habis pemilu. Kita harapkan hikmah puasa itu," tandasnya dengan penuh harap.


Setelah menunggu azan Maghrib berkumandang, Presiden dan jajarannya bersama-sama berzikir dan berselawat. Begitu azan Maghrib berkumandang, mereka pun segera berbuka dengan hidangan takjil yang disediakan, dilanjutkan dengan salat Maghrib berjemaah.


Beberapa menteri turut menyampaikan kesannya atas kegiatan berbuka puasa bersama di Istana setelah cukup lama tidak dilakukan karena pandemi. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, merasa bersyukur dapat berbuka puasa bersama setelah masa pandemi, menyatakan momen ini sebagai waktu yang spesial dan reflektif, terutama pascapemilu dan di tahun terakhir Kabinet Indonesia Maju.


"Ini juga merupakan tahun terakhir untuk kabinet, jadi juga merupakan suatu event yang bermakna bagi kita semuanya," ungkapnya dengan antusias.


Senada, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kegembiraannya dapat berbuka bersama lagi secara fisik setelah pandemi. Ia berharap di sisa masa kabinet ini, semua bisa bekerja maksimal untuk masyarakat.


“Mudah-mudahan… kita bisa bekerja sampai akhir dengan sebaik-baiknya buat masyarakat,” ujar Menkes Budi, menegaskan pentingnya menjalin silaturahmi.


Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengajak untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas diri dan memperkuat solidaritas, terutama mengingat kondisi memprihatinkan di Gaza, Palestina.


“Mari kita gunakan Ramadan ini sekaligus untuk mendoakan saudara-saudara kita di Palestina agar mereka lebih kuat dan agar penderitaan mereka segera berakhir. Jadi mari kita tingkatkan solidaritas antarsesama manusia di bulan Ramadan,” kata Menlu Retno, mengingatkan akan kondisi mereka yang berpuasa dalam keadaan penuh cobaan.


Acara buka puasa bersama ini mencerminkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial dalam menyambut bulan suci Ramadan.(Yuan)

Iklan