Iklan

Adv

Polemik Penyebab Mundurnya Ketua RW dan RT Daleman Tuntang , Pemdes Tuntang : Kami Tidak Mengabaikan Beliau - Beliau Dalam Setiap Pelaksanaan Kegiatan Desa

Rabu, 17 Juni 2020, 6/17/2020 10:04:00 PM WIB Last Updated 2020-06-17T15:39:28Z
Sekdes Tuntang Kec Tuntang Kab Semarang ARYA ZUNITA saat di temui harian7.com di rumahnya, Rabu (17/06/2020) Sore.(Foto: Shodiq/harian7.com)

Penulis: Shodiq

UNGARAN, harian7.com - Desas desus  mundurnya Tukimin (64) Ketua RW 04 Dusun Daleman Desa Tuntang Kec Tuntang Kab Semarang beserta 4 Ketua RT  yakni Jumadi Ketua RT 01 ,  Winarno Ketua RT 02 , Sunargo Ketua RT 03 dan Dhimas Alam Prabowo Ketua RT 04 , yang di ajukan melalui selembar surat pernyataan ke Pemdes Tuntang, hingga saat ini  masih simpang siur terkait penyebab yang melatarbelakanginya.

Berdasarkan keterangan dari berbagai pihak yang berhasil dihimpun harian7.com menyebutkan, bahwa alasan mundurnya Ketua RW dan 4 Ketua RT tersebut diatas penyebabnya hanya kurang komunikasi antara Perangkat Desa dengan pengurus RW ( Ketua RW dan RT - red).

Sebagaimana di sampaikan mantan Ketua RW 04 Dusun Daleman Desa Tuntang Tukimin (64) saat di temui harian7.com di rumahnya,  Dusun Daleman RT 03 RW 04 Desa Tuntang Kec Tuntang Kab Semarang Rabu, ( 17/06/2020) pagi, mengungkapkan, Kami mundur dari Ketua RW dan RT di sebabkan sudah tidak ada kenyamanan saja antara kami dan perangkat. Sudah tidak ada jalinan komunikasi yang baik.

Ketika disingggung harian7.com apa yang melatarbelakangi ataukah penyebabnya lantaran bansos dan Dana Desa , Tukimin mengelak , malahan dia menyarankan untuk bertanya ke Desa saja.

"Saya sudah tidak punya wewenang menjawab , silahkan bertanya ke Desa, " jawab Tukimin.

Terpisah Kades Tuntang HM. Nadhirin melalui Sekdes Tuntang Arya Zunita, saat di temui harian7.com di rumahnya Rabu,(17/06/2020) sore menyatakan, bahwa statemen  tokoh Dusun Daleman di salah satu media online yang menyatakan penetapan KPM BLT DD tidak transparan dan pilih kasih menurutnya tidak benar.

"Kami dalam menentukan KPM BLT DD sudah melalui tahapan - tahapan sesuai mekanisme yang berlaku.Sebelum pendataan KPM Ketua RW dan RT kita undang untuk kita kasih data KK yang sudah menerima PKH ,BPNT , PNS dan lain - lain. Tujuannya biar tidak dobel," ungkapnya.

" Semua pendataan KPM BLT DD sudah kami pasrahkan RT ,RW ,Satgas Covid-19 tingkat Dusun. RT dan RW melakukan usulan ke Dusun. Hasil Musdus di usulkan ke Desa untuk di Musdeskan," urai Arya Zunita kepada harian7.com.

Dia juga menambahkan, semua penetapan KPM bansos melalui usulan dan di musyawarahkan. Kusus di Dusun Daleman 113 KK yang menerima bansos. Bisa di cek tepat sasaran apa tidak.

" Kusus untuk BST Kemensos itu juga usulan dari Dusun tapi sebelum kita usulkan ke TKSK kita Verval BNBA. Di Dinsos juga di verval lagi. KPM BST Kemensos yang menentukan pusat bukan Desa," imbuhnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan , terkait pembangunan insfrastruktur yang sumber dananya dari DD. Pemdes Tuntang dalam penetapan titik pembanguan sudah melalui tahapan - tahapan sesuai regulasi.

“Kami dalam mengelola DD dalam pelaksanaannya sudah melalui tahapan - tahapan , yakni Musdus dalam rangka penggalian gagasan atau usulan  lanjut Pra Musrenbang , RKPDes terus Musrenbangdes. Ketua RW dan RT serta BPD juga Tomas hadir," jelasnya.

" Dan sudah di sepakati bersama tiap tahun yang di bangun 2 dusun 2 dusun. Untuk Daleman tahun kemarin sudah. ya gantian Dusun lain,"tandas Zunita.

Sebagai pamungkas dia menjelaskan , bahwa usulan pembangunan tiap Dusun sudah masuh daftar tunggu untuk pembangunan selanjutnya.

" Kalau kami di anggap mengabaikan usulan itu tidak benar. Tetep kami tampung dalam daftar tunggu.Semua dalam penentuan pembangunan berdasarkan skala prioritas.Contoh Gedung TK mau ambruk. makanya kita prioritaskan. Itupun melalui Musdes bukan keputusan Kades pribadi," pungkasnya.

Sementara itu,  salah satu warga Dusun Daleman yang tidak berkenan di sebut namanya berharap polemik ini segera berakhir.

" Bagaimana tanggung jawab nya. Kalau tidak ada Ketua RT dan RW warga yang susah. Kalau mau urus surat - surat. Warga berharap kalau bisa di perbaiki dikembalikan lagi.Ketua RT dan RW kembali menjabat. Mereka juga baik - baik kok," harapnya.(*)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini