Iklan

Adv

DAMPAK TEKNOLOGI BAGI AGAMA KRISTEN

Rabu, 11 Desember 2019, 12/11/2019 11:39:00 AM WIB Last Updated 2019-12-11T04:39:53Z
Disusun oleh : Ristama Betaria
MAHASISWA TEOLOGI UKSW

Konsep : Teknologi dan Agama Kristen

Dengan perkembangan teknologi pada zaman sekarang, kita dapat dengan mudah melakukan segala sesuatu ataupun mencari informasi. Perkembangan teknologi yang ada di Indonesia dapat dirasakan dan nikmati tetapi tidak dapat  dihindari bahwa dengan perkembangan teknologi ini juga membawa dampak yang negatif maupun positif dikehidupan  sehari-hari tetapi tidak hanya dampak bagi kehidupan saja melainkan perkembangan teknologi sekarang juga dapat dirasakan dampaknya bagi agama kita, secara khusus dapat kita rasakan bagi agama Kristen yang merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Dalam mencari dampak teknologi bagi agama Kristen, secara umum pengertian dari teknologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keterampilan dalam menciptakan alat, metode pengolahan, dan ekstraksi benda, untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan dan pekerjaan manusia sehari-hari.

Dari jumlah penduduk Indonesia, 10% atau kira-kira 23,7 juta orang yang menganut agama Kristen di Indonesia. Dari sekian banyak umat yang beragama Kristen di Indonesia pasti merasakan dampak perkembangan teknologi zaman sekarang terhadap agama yang mereka percayai. Tujuan penulisan artikel ini sendiri adalah untuk mengetahui dampak teknologi bagi agama Kristen.

Muncullah pendapat mengenai teknologi dan pendapat ini dicetuskan oleh seorang sosiolog yang berasal dari Amerika, bernama Read Bain. Read Bain (1937) mengatakan bahwa teknologi pada dasarnya meliputi semua alat, mesin, perkakas, aparat, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut dan komunikasi, dan juga keterampilan, dimana hal ini memungkinkan kita sebagai seorang manusia dapat menghasilkan semua itu.Berdasarkan pendapat Bain tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi merupakan segala sesuatunya yang bisa diciptakan dan juga dibuat oleh seorang atau sekelompok manusia yang kemudian bisa memberikan nilai dan manfaat bagi sesama. Elul (dalam Miarso, 2007) mengatakan bahwa teknologi adalah keseluruhan dari metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri – ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia. Cendekiawan sekaligus seorang linguis, mengatakan bahwa definisi dan pengertian agama berasal dari bahasa Sansekerta; a-ga-ma. A (panjang) artinya adalah cara, jalan, The Way, dan gama adalah bahasa Indo Germania; bahasa Inggris Togo artinya jalan, cara-cara berjalan, cara-cara sampai kepada keridhaan kepada Tuhan.  Anthony F.C. Wallace: Agama sebagai seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi lewat mitos dan menggerakkan kekuatan supernatural dengan maksud untuk mencapai terjadinya perubahan keadaan pada manusia dan semesta. Sedangkan pengertian agama Kristen itu sendiri adalah sekelompok orang yang percaya kepada Kristus dan beribadah dengan mementingkan aspek-aspek rohani yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus. Pertama kali agama Kristen itu sebenarnya belum ada,yang ada hanyalah Gereja Mula-Mula atau yang biasa disebut Gereja Perdana, agama Kristen baru muncul pertama kali di Antiokhia.


Berbagai pertanyaan pastilah muncul dipikiran kita mengenai dampak teknologi bagi agama Kristen. Apa saja dampak positifnya? Apa saja dampak negatifnya? Contoh kisah penggunaan teknologi yang terdapat di Alkitab? Pengaruh iman Kristen terhadap perkembangan teknologi?  Dalam artikel ini akan dibahas secara rinci untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut.

Tidak hanya secara umum kita dapat melihat dampak perkembangan teknologi yang ada pada zaman sekarang tetapi dampak teknologi secara agama Kristen dapat kita lihat, yaitu: menurut pendapat Stendzer “ Teknologi Agama”.Stendzer mengatakan bahwa ini merupakan  sebuah tantangan tetapi juga peluang yang sangat besar, di mana setiap jemaat dan para pelayan digereja perlu memanfaatkan teknologi untuk membantu dan meningkatkan  misi gereja. Stedzer menawarkan tiga hal terkait bagaimana gereja dapat memanfaatkan teknologi digital ini dalam memenuhi panggilan ekklesiologis-misionalnya, antara lain: Pertama, Teknologi Memungkinkan Komunikasi: melalui perkembangan teknologi sekarang seperti adanya  Facebook dan Twitter atau melalui Blog, maka gereja tidak lagi mengalami kesulitan dalam menjalin komunikasi dengan anggota jemaatnya, dengan demikian gereja dapat memberikan informasi atau segala bentuk hal yang menyangkut kepentingan gereja dengan jemaat.Dengan adanya komunikasi teknologi seperti ini membuat jemaat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai gereja ataupun jemaat dapat dengan mudah menghubungi gereja(pelayan gereja) untuk kepentingan gereja. Di sini teknologi mempermudah jemaat dalam melakukan komunikasi secara tidak langsung dalam skala yang lebih luas dan lebih jelas tanpa ada batasan waktu dan jarak.

Kedua,Teknologi Memungkinkan Komunitas: Dengan adanya teknologi memungkinkan ikatan komunitas yang lebih besar yang dimana tidak harus menuntut kedekatan secara fisik. Dimana komunitas ini dapat dibangun hanya dengan menggunakan media sosial, dengan cara ini jemaat masih dapat berkomunikasi dengan orang lain misalnya dengan jemaat gereja lain  walaupun tidak harus secara fisik tetapi dengan adanya komunikasi seperti ini membawa dampak bahwa komunikasi dapat dibentuk tidak hanya secara langsung tetapi secara media social juga dapat terjalin sehingga dapat dilihat bahwa tujuan utama  pemanfaat media social adalah terbentuknya suatu komunitas .Ketiga, Teknologi Memungkinkan Pemuridan: Dengan adanya teknologi zaman sekarang maka gereja dapat membentuk komunikasi, komunitas, dan pemuridan. Dimana gereja pada zaman sekarang dapat dengan mudah membuat atau memiliki sebuah aplikasi khusus dimana jemaat dapat mengakses dengan bebas, aplikasi yang dapat dibuat gereja seperti: khotbah outline,materi pelajaran alkitab, dan pengumuman mingguan gerejawi. Dengan adanya pemanfaatan teknologi seperti ini yang dilakukan oleh gereja maka jemaat dan gereja dapat membangun relasi yang baik dan jemaat juga dapat meningkatkan kualitas pemuridan mereka digereja.
Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi juga dapat membawa dampak negative bagi agama Kristen dimana pada sekarang ini dengan adanya media social maka pemberitahuan atau informasi-informasi yang tidak benar mengenai agama akan muncul yang memicu terjadinya perdebatan atau konflik ditengah umat. Tidak hanya sampai disitu dampak negative yang dirasakan dan dapat dilihat salah satu contohnya yaitu keprihatinan yang dapat kita lihat nyata dikehidupan kita dalam penggunaan alkitab,pada masa sekarang umat beragama Kristen pada saat kegereja tidak lagi seperti dulu membawa alkitab kegereja tetapi alkitab sudah dibawa dalam bentuk gadget. Terlihat jelas perubahan yang dibawa oleh teknologi bahwa daya tarik masyarakat dalam menggunakan teknologi sangat kuat dari pada menjalankan kegiatan rohani kegereja sekedar membaca kitab suci.

Kemajuan Teknologi Multimedia Dalam Pewartaan Iman Gereja
Konsili Vatikan II menerbitkan sebuah dokumen “Inter Mirifica”,dokumen ini berisi tentang memanfaatkan sarana komunikasi modern dalam karya pewartaan dan penggembalaan gereja. Paus Paulus VI menegaskan bahwa media modern akan menawarkan cara-cara baru untuk menghadapkan manusia dengan pesan-pesan injil. Disini Gereja akan merasa bersalah dihadapan Kristus jika gagal dalam menggunakan media  untuk tujuan evangelisasi. Teknologi sekarang maka gereja tidak dapat menutup diri terhadap perkembangan teknologi yang ada karena dengan adanya teknologi maka gereja akan mendapat atau merasakan dampaknya dan hasil yang baik bagi gereja, dalam memanfaatkan perkembangan teknologi multimedia kita juga perlu memikirkan peluang apa yang didapat dari teknologi tersebut. Dalam hal ini peluang-peluang yang telah ada perlu diperdalam dan dipelajari oleh gereja,seperti: Pertama, melengkapi sarana katekese audiovisual dengan membuat video,program animasi,powerpoint,dan penyajian informasi mengenai iman yang bisa disebarkan melalui internet yang dapat dijangkau dengan bebas oleh umat yang dibutuhkan untuk membangun perkembangan iman. Kedua, membuat forum diskusi mengenai iman dimana materi tidak hanya mencakup tentang kegiatan-kegiatan gereja saja tetapi juga dapat mengenai sharing tentang pengalaman iman yang dapat memotivasi dan saling mendukung dalam doa. Ketiga,membuat aplikasi bersama seperti “facebook,twitter,whatsapp,instagram” atau situs rohani yang didalamnya umat bisa dapat merasakan layanan konsultasi, seperti: konsultasi psikologi,kesehatan,belajar,karir,dan ekonomi. Tentunya didalam situs atau aplikasi itu juga disediakan ruang pendalaman iman dan pengenalan  sehingga sewaktu-waktu pengunjung yang lain bisa membaca dan menjadikan itu sebagai penambahan pengatahuan ataupun perkembangan iman. Keempat, membuat situs yang dapat menampilkan kekuatan ajaran iman Kristen dalam mengkaji persoalan-persoalan keseharian yang ada ditengah kehidupan masyarakat dan juga dapat menampilkan titik temu dalam iman Kristen yang berada dianeka budaya masyarakat Indonesia.Situs rohani seperti ini akan membuka pintu dan dialog pencerahan bagi umat yang tengah mencari Sang Kebenaran. Kelima, dapat mengambil bagian dalam milis-milis(grup diskusi diinternet) membentuk opini public yang menjadi garam dan terang didalamnya,maksudnya disini adalah seseorang dapat menjadi seorang motivator dalam membuat opini akan tetapi tidak lupa dalam penambahan teks Alkitab diakhir postingan.

Dari pengertian yang sudah kita pahami dan dampak dari teknologi tersebut kita juga dapat mengambil contoh dari kisah yang ada di Alkitab dalam konsep teknologi bagi agama Kristen bahwa tidak hanya zaman sekarang saja teknologi membawa dampak bagi agama Kristen tetapi bahwasanya penggunaan teknologi juga sudah dilakukan  pada zaman dahulu oleh murid murid Tuhan Yesus,contohya seperti: Pertama, dalam sejarah air bah dengan jelas bahwa Allah memerintahkan Nuh membuat  kapal untuk  menyelamatkan ia dan keluarganya dari kebinasaan akibat air bah dan kebobrokan moral dunia pada waktu itu. Dimensi ruang dalam kapal ataupun bahan telah ditentukan oleh Allah (Kej 6:14-15). Kedua, ketika Musa diperintahkan untuk membuat Kemah Suci (Kel 25:9), Allah sendiri telah menjadi arsitek yang merencanakan ruang-ruang, dimensi dan bahan untuk kemah suci tersebut (Kel 25:1-27:21).  Kemudian kita membaca bahwa kemuliaan Allah memenuhi Kemah Suci tersebut (Kel 40:35).Ketiga, tentang Bait Suci dan istana yang dibangun oleh Salomo (1 Raj 7-8).

Hubungan yang terkait antara iman orang Kristen terhadap perkembangan teknologi  dapat dilihat bahwa agama Kristen dengan perkembangan teknologi sekarang dapat saling menopang atau mendukung dimana agama dapat merasakan bahwa teknologi mempermudah orang Kristen dalam mencari informasi-informasi yang terkait dengan agama yang membuat umat orang Kristen semakin tau mengenai agama Kristen itu sendiri tetapi dibalik itu juga teknologi dan agama Kristen bisa berlawanan dimana teknologi melawan ajaran-ajaran fundamental  dalam agama Kristen yang bisa mengakibatkan goyahnya iman percaya Kristen.

Kesimpulan yang dapat diambil dari seluruh pembahasan yang diatas adalah bahwasanya kita harus mampu mengontrol dan memanfaatkan teknologi yang ada agar membawa dampak yang positif bagi diri sendiri, orang lain terutama bagi agama kita. Disatu sisi juga kita sebagai orang yang beragama Kristen harus mampu mengatur diri dalam menerima perkembangan teknologi pada saat ini agar tidak membawa dampak negatif, dalam teknologi yang kita gunakan jadikanlah itu sebagai wadah dimana kita bisa dengan bebas membagikan segala sesuatu mengenai iman yang bisa menjadi motivasi bagi sesamamu dan juga sebagai orang yang beragama haruslah juga mempunyai etika dalam bermedia social dimana kita mampu menunjukan sifat yang sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Dan jangan menjadikan diri menjadi jauh dari Tuhan akibat adanya teknologi sekarang tetapi dengan adanya teknologi sekarang biarlah itu membuat kita makin mendekat kepada Tuhan yang telah menciptakan kita karena bagaimana pun segala yang ada didunia itu berasal dari Tuhan terutama teknologi itu sendiri dan jadikanlah itu semua untuk kembali memuliakan nama Tuhan, “Mazmur50:23”.

Oleh sebab itu kita sebagai umat yang beragama Kristen jadikanlah  media social untuk hal-hal positif dan dapat mendukung perkembangan agama Kristen dimana agar orang yang tidak beragama Kristen juga dapat mengetahui mengenai agama Kristen itu sendiri. Seperti ayat  yang terdapat dalam alkitab yaitu tertulis dalam “Matius 28:19”.

DAFTAR PUSTAKA

https://dosenit.com/kuliah-it/teknologi-informasi/pengertian-teknologi-menurut-para-ahli (Diakses 25/11/2019 pukul 23:29)
http://www.definisi-pengertian.com/2016/02/pengertian-agama-definisi-menurut-ahli.html  (Diakses 25/11/2019 pukul 23:36)

https://www.academia.edu/13873534/Pandangan_Agama_Kristen_Terhadap_Ilmu_Pengetahuan_and_Perkembangan_Teknologi?auto=download   (Diakses  26/11/2019 pukul 00:15)

https://media.neliti.com/media/publications/270033-gereja-dan-pengaruh-teknologi-informasi-26e0cffd.pdf   (Diakses 29/11/19  pukul 23:36)

https://ratadiajo.wordpress.com/2013/10/18/gereja-dan-budaya-modern-teknolgi-multimedia-sebagai-salah-satu-media-pewartaan-gereja/   (Diakses 1/12/2019  pukul 14:48)

https://www.kompasiana.com/fridgatoma/5a8306645e137346e44616f2/teknologi-vs-iman?page=all (Diakses  1/12/19 pukul 17:15)

http://mindo0101.blogspot.com/2015/02/pengertian-agama-kristen-pengertian.html  (Diakses 2/12/19  pukul 18:30)






Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini