Iklan

Iklan

,

Iklan

 


 


 


Inspirasi dari Kedopokan Temanggung: Sarno, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Ladang Gula Aren dan Kopi

Redaksi
Kamis, 20 Juni 2024, 3:01:00 AM WIB Last Updated 2024-06-19T20:01:13Z



Penulis: Nur Ismail

Editor: Muhamad Nuraeni


TEMANGGUNG | HARIAN7.COM - Di tengah hijau subur Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, terdapat seorang sosok inspiratif yang layak mendapat apresiasi. Dialah Sarno, seorang petani gula aren dan kopi, yang tidak hanya sukses mengelola ladangnya, tetapi juga berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi.


Setiap hari, Sarno menghabiskan waktunya di ladang dan kebun, merawat tanaman aren dan kopi dengan penuh ketekunan. Di sela-sela kesibukannya, ia membagikan kisah perjuangannya dalam menyekolahkan anak-anaknya. "Saya tidak keberatan. Selagi kita mau, insyaallah yang di atas juga tahu," kata pria paruh baya sambil tersenyum.


Kehadiran Sarno dalam setiap langkah pendidikan anak-anaknya, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, menjadi bukti nyata komitmennya dalam memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Dari hasil kerja kerasnya, satu anaknya kini telah menjadi seorang guru yang berdedikasi, sementara anak lainnya tengah menempuh semester keenam di bangku perkuliahan. Anak bungsunya baru saja lulus dari SMA dan bersiap memasuki dunia perguruan tinggi.


Selain menjadi petani gula aren, Sarno juga dikenal sebagai petani kopi yang produktif. Setiap tahun, panen kopi dari kebunnya tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.


Kedisiplinan dan ketekunan yang ia tunjukkan dalam bercocok tanam menjadi contoh nyata bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari pencapaian pendidikan anak-anaknya.


Semangat Sarno yang menginspirasi membuatnya tidak hanya menjadi panutan bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. 


Usaha dan tekad yang kuat membuktikan bahwa segala hal adalah mungkin. Sarno adalah contoh hidup bahwa kerja keras dan dedikasi dapat menghasilkan buah manis, baik di ladang maupun dalam kehidupan keluarga.(*)

Iklan