Iklan

Iklan

,

Iklan

 


 


 


Puluhan Orang Alami Keracunan Usai Hajatan Pernikahan di Solo, Penyebab Belum Teridentifikasi

Redaksi
Selasa, 21 November 2023, 4:15:00 AM WIB Last Updated 2023-11-20T21:18:41Z



Ilustrasi.(Istimewa)

SOLO | HARIAN7.COM
- Puluhan orang mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari pesta pernikahan yang diadakan oleh seorang warga di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.


Kapolresta Solo, Kombes Iwan Saktiadi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait penyebab keracunan massal tersebut setelah menerima keluhan dari beberapa tamu yang menghadiri hajatan pada Minggu (19/11/2023).


"Pada tanggal 19 November, ada hajatan di rumah Pak W di Kadipiro, Banjarsari. Beberapa tamu mengeluhkan pusing dan mual. Total sampai hari ini sekitar 30 orang yang mengalami itu," kata Iwan saat dihubungi awak media, Senin (20/11/2023).


Pemilik hajatan telah dimintai keterangan, dan dari kronologi awal, masakan yang disajikan dipersiapkan bersama oleh warga kampung. Meskipun belum ada yang opname, pihak kepolisian masih menunggu kondisi korban yang memungkinkan untuk dimintai keterangan.


"Masakan itu dipanasi. Jadi hari Sabtu dimasak, Minggu dipanasi lagi. Kita masih menghimpun keterangan korban-korban yang nanti bisa kita mintai keterangan, termasuk RS," ujarnya.


Polisi telah mengambil sejumlah sampel makanan, termasuk telur, nasi, daging, dan makanan ringan, yang kemudian dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk diperiksa. Namun, hasil dari Labfor belum keluar, sehingga penyebab keracunan massal masih belum dapat dipastikan.


Pihak kepolisian berencana menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, mengingat tidak ditemukan indikasi kesengajaan dari keterangan awal yang dihimpun. 


"Makanan di hajatan ini bukan dari katering, tapi dimasak orang kampung juga. Kita mendorong, penyelesaian secara damai, kekeluargaan, antara korban dengan pemilik hajat. Pemilik hajat tidak ada keterangan yang sengaja meracuni orang. Harapan kita bisa dimediasi," pungkasnya.(GIB/RIL)

Iklan