• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    HUT RI

     




    Adv

    Kelompok Tani Porang Dusun Gentan, Hasilkan Ratusan Ton Porang Dalam Satu Musim Panen

    Admin: Shodiq
    Kamis, 22 Juli 2021, 5:53:00 PM WIB Last Updated 2021-07-22T16:21:42Z

     

    Buah Porang hasil panen Kelompok Tani Porang Dusun Gentan , Desa Truko , Kec. Bringin , Kab. Semarang.


    Laporan : M Ariyanto

    Editor : Shodiq


     UNGARAN, harian 7.com - Dimasa Pandemi Covid-19 saat ini, tak menyurutkan animo masyarakat di pedesaan untuk terus meningkatkan budidaya tanaman porang. Karena hasil tanaman tersebut sangat membantu perekonomian masyarakat desa.



    Sebagaimana dilakukan oleh Kelompok Petani Porang  di Dusun Gentan, Desa Truko, Kecamatan Bringin. Komunitas ini merupakan salah satu Kelompok Tani yang sangat getol  menggalakkan budidaya porang.



    Salah satu pengurus Kelompok Tani Porang   Mustofa (34), saat ditemui harian7.com di rumahnya Dusun Gentan ,Desa Truko ,Kecamatan Bringin , Kabupaten Semarang, Kamis (22/7/2021) sore mengatakan, bahwa dalam sekali panen raya Kelompok Tani ini bisa menghasilkan ratusan ton porang. 



    " Anggota kami kurang lebih 200 orang, Setiap anggota bisa mencapai 1-2 ton setiap panen. Siap kirim untuk produksi, dengan harga Rp.7.500.000 - Rp.8.500.000 . Untuk meningkat pengetahuan dalam budidaya porang, kami rutin melaksanakan pertemuan kelompok sebulan sekali. Dan setiap kali rapat ada penyuluh - penyuluh dari berbagai dinas atau pengusaha yang mendorong untuk bisa menghasilkan panen yang maksimal sehingga bisa memajukan & mensejahterakan anggota ," tuturnya.



    Hal senada disampaikan Sulaiman(50) salah satu anggota Kelompok Tani , Bahwa  dengan  antusias petani dalam membudidayakan porang banyak pengusaha dari luar daerah yang berminat melakukan pendampingan. 


    " Banyak pengusaha luar daerah yang datang  menawarkan bibit dan pupuk kepada petani, dengan catatan setiap panen harus menjual kepada pengusaha tersebut. Akan tetapi kebanyakan Anggota kelompok tidak ingin terikat dan akan menjual hasil panen kepada pengusaha yang berani membeli dengan harga tertinggi," ucapnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini