• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Bahayakan Pengguna Jalan dan Kerap Picu Lakalantas, Masyarakat Minta Bukaan Pembatas Jalan Ditikungan Depan Kampoeng Kopi Banaran Ditutup

    REDAKSI
    Jumat, 02 Juli 2021, 4:09:00 AM WIB Last Updated 2021-07-01T21:21:22Z
    Bukaan pembatas beton di Jl. Raya Bawen - Solo KM 1,5 Bawen, Gentong, Asinan, Bawen,Kabupaten Semarang.(Foto: red/harian7.com)


    Editor: Choerul Amar


    UNGARAN,harian7.com - Sering terjadi kecelakaan, sejumlah pengguna jalan minta bukaan pembatas beton jalan di Jl. Raya Bawen - Solo KM 1,5 Bawen, Gentong, Asinan, Bawen,Kabupaten Semarang, tepatnya di tikungan depan pintu masuk Kampoeng Kopi Banaran ditutup. Hal itu diungkapkan Saryono, warga Salatiga, kepada harian7.com, Kamis (1/7/2021).


    Disampaikanya, pembatas beton yang berada ditengah jalan itu kerapkali menyebabkan kecelakaan lantaran berada ditikungan."Jadi saat kita melaju dari arah Bawen menuju Salatiga, sering kali kaget karena disitu ada kendaraan lain hendak belok. itukan ditikungan, harusnya ditutup, jangan dibuka,"ungkapnya.




    Disampaikannya, dalam hal ini, dinas terkait ataupun kepolisian harusnya melihat dan menganalisa  tingkat bahayanya bagi pengguna jalan."Masak pembatas beton ditengah jalan pas tikungan dibuka, harusnya ditutup. Pikir dong keselamatan pengguna jalan,"tandasnya.


    Hal senada diungkapkan, Titik pengguna jalan lainya saat ditemui harian7.com dilokasi."Ini saya hampir saja jatuh, karena tiba-tiba ada mobil belok ditikungan,"ucapnya.


    Titik meminta kepada dinas terkait agar bukaan pembatas beton untuk ditutup. Mengingat pembatas beton yang dibuka berada ditikungan."Bapak - bapak pejabat, saya atas nama masyarakat dan pengguna jalan meminta agar pembatas beton yang berada ditengah jalan dan posisinya ditikungan untuk ditutup. Karena sangat membahayakan pengguna jalan,"harapnya.


    "Saya pernah beberapa kali hampir jatuh, pas saya melaju, bapak - bapak yang jaga gerbang di rumah makan, secara mendadak menyetop karena ada mobil belok hendak masuk kerumah makan itu mas,"pungkasnya.


    Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kab. Semarang Djoko Nuryanto saat dihubungi harian7.com melalui seluler, Kamis (1/7/2021) mengatakan, memang disitu ditikungan ada salah satu akses, namun juga di antisipasi dengan diberikanya fasilitas oleh pihak Banaran dengan flashing (Lampu Traffic Light Flashing - red) dan juga adanya penerangan jalan yang memadai. 


    "Memang beberapa kali pernah terjadi kecelakaan yang menabrak ditengah itu, maka oleh pihak Banaran seperti kita sarankan sudah di fasilitasi dengan flashing dan juga penerangan jalan,"katanya.


    Diungkapkan Joko, mengenai pembukaan ataupun penutupuan bukan kewenangan dari kami saja, karena itu jalan nasional, sehingga harus dibahas secara bertahap.


    "Waktu itu kami melakukan penutupan pembukaan, tetapi kami juga istilahnya tidak tahu. Namun setelah banyak terjadi kecelakaan kami hanya menyarankan  untuk ditambah flashing dan juga penerangan jalan yang memadai,"tuturnya.


    Ketika ditanya harian7.com terkait apakah menurut aturan diperbolehkan adanya pembatas beton bukaan ditikungan, Joko menuturkan, kita melihat disitu tingkat keselamatanya, maka kita memperhitungkanya itu saja.


    "Jadi kita memberi pertimbangan itu, kalau terkait akses, kalau memang membahayakan ya harus dicarikan alternatif lain. Atau juga kalau memang ada yang masuk itu banyak maka harus ada alternatif yang mungkin layak untuk berputar,"ungkapnya.


    Ditambahkan Joko, sebenarnya bukaan itu tidak untuk berputar, karena memang tidak layak, karena pembatas betonya cuma berukuruan sekitar 55 CM dan idealnya juga harus ada median outer itu, kalau  konkret barier untuk outer saya pikir tidak layak.


    "Sekarang kita mencari alternatif lainya, sepeti Nasmoco ataupun yang di laksana, itu membutuhkan mungkin ruang ataupun biaya juga,"tambahnya.


    Mengenai aturan boleh dibukanya atau tidak, Joko menerangkan,"Tergantung tingkat kerawanannya. Kalau memang itu dipandang rawan laka dan tingkat fatalitasnya tinggi, mungkin ya antisipasi sudah, tetapi kalau memang sudah kejadian ya lain lagi halnya,"pungkasnya.(Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +