• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Mandeknya Pengerjaan Reaktivasi Jalur KA Ambarawa - Kedungjati, ICI Jateng Menilai Kurang Matangnya Perencanaan dan Berpotensi Merugikan Negara

    REDAKSI
    Selasa, 08 Juni 2021, 9:58:00 PM WIB Last Updated 2021-06-08T14:58:48Z
    Material bantalan rel KA terbengkelai/mangkrak.


    Laporan: Choerul Amar


    UNGARAN,harian7.com - Mandeknya pengerjaan reaktivasi jalur kereta api (KA) dari Ambarawa hingga Kedungjati, Grobogan, menuai pertanyaan dari berbagai pertanyaan.Padahal seperti kita ketahui, anggaran yang dikuncurkan nilainya tidak sedikit.


    Menanggapi hal itu, LSM ICI Jawa Tengah menilai terkait proyek reaktivasi jalur kereta api terkesan tergesa - gesa atau minimnya  perencanaan atau kurang matang. 


    "Hingga saat ini beberapa material salah satu diantaranya bantalan rel kereta api mangkrak. itu jelas berpotensi merugikan Negara, anggaran negara,"ungkap Direktur LSM ICI Jateng Dr. Krishna Djaya Darumurti, S.H., M.H., melalui Wakil Direktur Shodiq, didampingi Humas Muhamad Nuraeni S.I.Kom, Selasa (8/6/2021).


    Disampaikan Shodiq, banyaknya aduan masyarakat, saat ini kami melakukan investigasi untuk mengumpulkan barang bukti. Dan jika terkumpul nanti akan kita layangkan ke KPK.


    "Kami sudah menemukan mekanis penggunaan anggaranya. Menurut kami berdasar data ada kejanggalannya. Tapi itu menurut kami lho.. berdasar singkronisasi data. ya patut diduga ada oknum yang mencari keuntungan pribadi dalam proyek ini,"tandasnya.


    "Saat ini, kami terus lakukan investigasi, agar semua terungkap dan masyarakat tahu yang sebenarnya,"pungkasnya.


    Seperti diberitakan sebelumnya, reaktivasi jalur kereta api (KA) Kedungjati-Tuntang masih belum bisa dilanjutkan kembali. Adanya peninjauan ulang pada Detail Engineering Design (DED) oleh Kemenhub menjadi faktor utamanya.


    Proyek reaktivasi jalur Kedungjati-Tuntang seperti diketahui berhenti di tengah jalan pada tahun 2015 setelah dimulai pada 2014 lalu. Tiga tahun tak terurus, proyek reaktivasi jalur sepanjang 30 kilometer ini bahkan belum jelas kapan dilanjutkan kembali.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini