• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    HUT RI

     




    Adv

    LPJU Alun-Alun Banyumas Dimatikan, Tempat Tersebut Diduga Dijadikan Tempat Asusila

    Abdurrochman
    Jumat, 18 Juni 2021, 8:38:00 PM WIB Last Updated 2021-06-18T13:38:13Z

    Pewarta : Saelan

    Editor    : Abdurrochman

    BANYUMAS,harian7.com - Sejak Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sekitar alun-alun Banyumas dimatikan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, diduga kerap dijadikan tempat untuk berbuat asusila oleh oknum warga yang tidak bertanggungjawab.

    Hal ini disampaikan oleh para pedagang di sekitar alun-alun Banyumas, Jum'at (18/6/21).

    Saat ditemui awak Media,salah satu pedagang disekitar Alun-alun Banyumas yang namanya tidak mau dikorankan mengatakan, pihaknya menginginkan agar LPJU di sekitar Alun-alun Bayumas dinyalakan kembali, pasalnya pengunjung menjadi sepi.

    "Sejak LPJU di sekitar Alun-alun dimatikan pengunjung menjadi berkurang, malah diduga karena gelap menjadikan tempat berbuat tidak senonoh oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dan kami sering melihatnya," katanya.

    Dia berharap agar pihak berwenang untuk segera menyalakan lagi LPJU di Alun-alun Banyumas.

    Sementara Camat Banyumas, Abdul Kudus saat dikonfirmasi di
    kantornya, Jum'at (18/6/21) mengatakan, bahwa LPJU di sekitar Alun-alun itu wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas.

    "Kami sangat berterima kasih atas informasi yang dikeluhkan warga masyarakat Banyumas terkait untuk  dinyalakan kembali LPJU di sekitar Alun-alun Banyumas," katanya.

    Dia menambahkan, kami langsung menghubungi pihak Dishub Banyumas melalui telpon seluler, dan pihak Dishub mengatakan ya nanti sore akan saya nyalakan.

    "Menanggapi adanya dugaan tempat tersebut untuk berbuat mesum, kami akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Pihak Kepolisian Sektor Banyumas agar tetap Banyumas kondusif," pungkasnya. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini