• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Lima Ratus Pengusaha Angkutan di Temanggung Pilih Tidak Mengoperasikan Armadanya

    Admin : Ady Prasetyo
    Jumat, 04 Juni 2021, 9:42:00 PM WIB Last Updated 2021-06-04T14:42:45Z

    Penulis : Wahono | Kontributor Temanggung



    TEMANGGUNG, harian7.com - Masa pandemi dirasakan dampaknya oleh semua kalangan. Begitu pula pelaku jasa angkutan, penurunan pendapatan sangat signifikan. Bahkan hampir limapuluh persen armada menganggur. 


    Banyak sopir dan kernet menganggur karena sekalipun mengoperasikan kendaraannya, sulit sekali mendapatkan penumpang.


    Seperti halnya RN (40) Sopir angkot yang harus memulai aktivitasnya pada pagi hari untuk mendapatkan penumpang lebih banyak.


    "Sejak pandemi saya harus berupaya lebih pagi lagi berangkat kerja. Pagi hari saya mengangkut pedagang yang akan ke pasar, agak siang sedikit sudah sepi penumpang. Kadang seharian bekerja, tidak bisa setor ke pemilik angkot. Uang habis untuk membeli bahan bakar dan makan. Dulu ketika masih ada anak sekolah sedikit banyak menambah pendapatan, sekarang  sejak pandemi jarang sekali orang naik bis, rata - rata  bepergian menggunakan kendaraan sendiri," Keluhnya.


    Disisi lain, Sutrisno, Ketua ORGANDA (Organisasi Angkutan Darat) Kabupaten Temanggung ketika ditemui Harian7.com Jumat, (4/6/21) diruang kerjanya, yang juga difungsikan sebagai garasi angkutan kota di  Desa Joho, Kecamatan/ Kabupaten Temanggung, membenarkan tentang  sepinya penumpang dan keadaan angkutan saat ini.


    "Di Temanggung ini ada sekitar delapan puluh ribu armada. Dulu yang jalan sekitar delapan puluh persen. Sekarang ini angkutan mengalami penurunan secara signifikan, sekitar lima puluh persen armada tidak beroperasi karena penumpang semakin sedikit. Bahkan di salah satu kecamatan ada yang sama sekali tidak beroperasi sudah satu tahun ini karena tidak ada penumpang. Pemilik armada lebih memilih untuk tidak mengoperasikan kendaraannya. Biaya habis untuk operasional sedangkan tidak sebanding dengan pendapatan. Sudah menjadi resiko pengusaha. Sekitar lima ratus pengusaha angkutan di Temanggung ini mengeluhkan keadaan ini".


    Selama inipun Sutrisno berupaya menerima keluhan dan membantu mencarikan solusi  menghadapi situasi saat ini. 


    "Kami sangat mengharapkan bantuan untuk anggota. Pernah ada bantuan dari dana Korlantas, kami mendapat tiga ratus sekian. Kami  juga mengirimkan data anggota ke Dinas Tenaga kerja supaya anggota mendapat bantuan, dan Alhamdulillah banyak anggota mendapat bantuan tunai langsung ke nomor rekening masing-masing,"


    "Harapan saya selaku ketua, semoga pandemi ini segera berlalu, masyarakat bisa beraktivitas, anak sekolah bisa masuk sehingga penumpang akan kembali seperti semula walaupun dari sedikit demi sedikit," Pungkasnya. (*)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini