• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Tradisi Unik di Boyolali, Hewan Ternak Diarak Rayakan Lebaran Ketupat

    REDAKSI
    Jumat, 21 Mei 2021, 11:21:00 AM WIB Last Updated 2021-05-21T04:21:48Z

     

    Istimewa.

    Laporan: M Sar/Red

    Editor : Choerul Amar


    BOYOLALI,harian7.com – Sepekan usai Hari Raya Idul Fitri, warga di Desa Sruni, Kecamatan Musuk memiliki tradisi unik. Warga lereng Gunung Merapi ini merayakan hari raya dan mengarak hewan ternak mereka dalam acara bakdan sapi atau lebaran sapi bertepatan dengan lebaran ketupat.

     

    Suasana cukup berbeda pada tahun ini karena masih berada di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Sehingga, jika tahun sebelumnya pandemi sekitar 150 ekor sapi diarak, maka tahun ini hanya melibatkan 20-30 ekor saja di lingkungan RT masing-masing guna mengantisipasi kerumunan cegah penyebaran Covid-19.

     

    “Kemarin sebelum pandemi itu sekitar 150 ekor sapi, tetapi kalau ini situasi seperti ini paling paling mungkin 20-30 ekor,” ujar salah satu tokoh masyarakat desa setempat, Warjuli di sela kegiatan.

     

    Diawali dengan prosesi di jalan utama di Desa tersebut pada Kamis (20/5/2021) pagi. Tradisi turun temurun yang diikuti 110 KK warga Dukuh Mlambong, Gedongsari dan Rejosari ini diawali dengan kenduri, membawa ketupat dilengkapi sayur dan lauk pauk. Gelaran tikar ini digunakan warga untuk memanjatkan doa sebagai wujud syukur.

     

    Usai kenduri, hewan ternak milik warga diarak dengan gunungan ketupat serta hasil bumi lainnya menyusuri jalan di dukuh. Sebelum sapi diarak keliling kampung, sapi diberikan makanan ketupat dan kemudian dioleskan atau diberikan minyak wangi sehingga harum. Ternak sapi dimanjakan oleh peternaknya karena melalui ternak, masyarakat mampu hidup sejahtera.

     

    Salah satu warga Desa Sruni, Jupri mengatakan tradisi Syawalan atau Lebaran Ketupat dengan mengarak ternak sapi dan kambing meski ditiadakan seperti tahun sebelum pandemi di desanya, tetapi sebagian peternak tetap dilakukan secara individu dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

     

    “Protokol kesehatan tetap dijalankan,” tandasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +