• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Pemprov Jateng Fokus Tuntaskan Covid-19 di Tiga Kabupaten

    REDAKSI SEMARANG
    Senin, 24 Mei 2021, 9:14:00 PM WIB Last Updated 2021-05-24T14:14:19Z
    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan rapat dengan pejabat Pemrov Jateng


    Penulis : Andi Saputra | Editor : M.Nur 


    SEMARANG, Harian7.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah fokus menyelesaikan kasus Covid-19 di tiga kabupaten. Tiga wilayah itu adalah, Kudus yang mencatatkan kenaikan kasus, Cilacap dengan adanya varian Covid dari B.1617.2 India, dan klaster Lapas di Kendal. 


    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sejumlah langkah strategis ditempuh untuk menyelesaikan hal itu. Untuk kasus di Cilacap, tenaga kesehatan yang tertular varian baru Covid-19 dari India, dilakukan isolasi terpusat.


    "Yang dari Cilacap terkait dengan varian dari India, nakesnya kita minta diisolasi terpusat. Lalu kami minta seluruh Jawa Tengah tempat tidur (rumah sakit) ditingkatkan," ujarnya, Senin (24/5).


    Menurutnya, Kasus penyebaran Covid-19 di Cilacap, diduga berasal dari Anak Buah Kapal (ABK) MV Hilma Bulker, yang mengangkut gula rafinasi asal India. Dari belasan ABK yang terinfeksi, lantas menginfeksi 47 tenaga kesehatan yang merawat belasan pelaut itu.


    "Untuk memastikannya pemerintah juga telah mengirimkan sampel mukosa nakes, ke UGM. Ada 12 sampel yang telah diteliti di fasilitas kesehatan, sesuai persyaratan medis," jelasnya. 


    Dia menambahkan,  agar aparat penegak hukum tidak ragu membubarkan kegiatan yang banyak mengundang massa. Selain itu, warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. 


    "Ada tren peningkatan kasus harian yang ada di sini sampai minggu ke-20. Ini akibat liburan mudik atau yang nekat mudik. Proporsi klaster terbesar itu keluarga 62,4 persen. Ini kita hati-hati betul. Lapas 18,7 persen, dan klaster agama 11,5 persen. Puncak balik lebaran terjadi di 18 Mei, tercatat 48.754 (orang pemudik)," ucapnya.


    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menuturkan tiga kabupaten itu memiliki kriteria kasus yang berbeda-beda. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan penatalaksanaan yang ketat terhadap kasus tersebut.


    "Perlakuan yang dilakukan sama, yakni dengan tracing, tracking, dan treatment.  Varian baru karena penyebarannya cepat, maka kita harus ketat. Padahal teman-teman sudah menggunakan APD namun tetap tertular, karena perilaku virus," ujarnya. 


    Dia menuturkan,  sudah ada 172 orang petugas kesehatan yang telah dites. Sampai hari ini ada 47 orang nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19.


    "Lonjakan kasus di Kudus cukup tajam, sehingga BOR (bed occupancy rate) tinggi sekitar 75-80 persen. Maka kita siapkan rumah sakit di Semarang seperti (RS) Wongsonegoro, itu kan BOR-nya rendah, padahal tempat tidurnya banyak. Itu ‎siap untuk dirujuk di (RS) Wongsonegoro. Jadi kabupaten sekitarnya siap mendukung," pungkasnya. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini