• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Dulu Hingga Sekarang Tempe Benguk Tetap Jadi Makanan Favorit, Di Pasar Mitra Tani Jadi Rebutan

    REDAKSI
    Sabtu, 08 Mei 2021, 12:44:00 AM WIB Last Updated 2021-05-07T17:44:55Z
    Istimewa.


    Laporan: Arie Budi | Kontributor Ungaran


    UNGARAN,harian7.com - Tempe Benguk, sejak dulu hingga saat ini masih menjadi makanan favorit. Hal itu terlihat, di Pasar Mitra Tani, yang digelar Dispertanikap Kabupaten Semarang di Ungaran, Jumat (7/5/2021) pagi, masih menjadi rebutan para pembeli.


    Salah satu pengrajin tempe benguk dari Desa Candirejo Pringapus, Nuryanti (36) menjelaskan,  tempe berbahan baku kacang parang (Canavalia ensiformis) atau kacang koro itu memang diminati para pengunjung. 


    Di setiap gelaran Pasar Mitra Tani, dia bisa menjual lebih dari 200 bungkus. Uniknya lagi, dia tetap menggunakan daun pohon jati sebagai pembungkus seperti kondisi masa lalu. Daun jati mudah didapat karena tempat tinggalnya memang berdekatan dengan hutan jati. 


    “Rasa tempe benguk memang khas. Saat ini sudah jarang penjual tempe benguk ini,” terangnya saat ditemui sedang berjualan di Pasar Mitra Tani.


    Menurut Nuryanti dia bisa memperluas pemasaran aneka produk buatannya. Sebab selama ini beberapa produk yang dihasilkannya hanya dijual di desa Candirejo, tempat tinggalnya.


    Tak hanya dibuat tempe, Nuryanti juga mengolah kacang parang menjadi kudapan rempeyek yang renyah. Dia berharap Dispertanikap terus membantu pemasaran aneka produk pelaku usaha mikro dan kecil seperti dirinya.


    Kepala Dispertanikap Wigati Sunu melalui koordinator Pasar Mitra Tani Yohana Diah Haryuni menjelaskan pihaknya memang memperluas pasar pelaku UMKM terutama pertanian lewat Pasar Mitra Tani.


     “Sementara ini dilaksanakan di halaman Kantor Dinas setiap Hari Jumat. Kedepan akan diperluas sampai ke tingkat kecamatan secara bergilir,” jelasnya.


    Selain memfasilitasi pemasaran para pelaku usaha pertanian. Dispertanikap juga menjalin dengan mitra untuk menyediakan kebutuhan pokok murah. Beberapa komoditas seperti telur, beras dan gula pasir dijual dibawah harga pasar.


    Salah seorang pengunjung yang ditemui sedang berbelanja, Wekas Sawitri mengatakan merasa senang ada Pasar Mitra Tani. 


    “Saya bisa berbelanja produk lokal bermutu dengan murah dan mudah. Termasuk bisa menemukan tempe benguk kesukaan Saya sejak dulu,” katanya. 


    Dia berharap Dispertanikap terus menggenjot pemasaran produk pertanian dan olahannya lewat kegiatan sejenis.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini