• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    HUT RI

     




    Adv

    Corona Virus, Di Purbalingga Muncul Klaster Baru 'Tilik Bayi'

    REDAKSI
    Minggu, 02 Mei 2021, 9:57:00 PM WIB Last Updated 2021-05-02T14:57:54Z

     

    Petugas gabungan saat melakukan pemeriksaan.

    Laporan: Wahyudin | Kontributor Purbalingga


    PURBALINGGA,harian7.com – Setelah beberapa waktu terakhir ini gelombang signifikan dari perkembangan penularan Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Purbalingga sepi terdengar, kini masyarakat kembali dikagetkan adanya kemunculan klaster baru tilik bayi (Menengok bayi - red) yang terjadi di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.


    Seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga drg. Hanung Wikantono  adanya kemunculan klaster baru penyebaran Covid-19 di Desa Tanalum yang diawali adanya seorang warga  yang mengikuti pengajian di Pekalongan dan dinyatakan positif Covid-19 namun secara kebetulan dirinya memiliki bayi yang pada akhirnya ditengoklah bayi tersebut oleh beberapa orang tetangganya hingga menimbukan klaster baru tilik bayi.


    "Dari 25 orang yang dirapid test antigen 18 orang diketahui positif sementara 7 orang negatif," katanya.


    Hanung menyebut dari warga yang dinyatakan positif setelah dilakukan rapid, banyak di antaranya yang sebelumnya telah  beraktivitas dan melakukan kontak dengan masyarakat lainnya.


    "Mereka itu sudah ikut tarawih berjemaah dan bahkan ada yang mengikuti kegiatan tarling (tarawih keliling), nanti kami akan lakukan tracing ke siapa saja yang telah kontak erat untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran," ujarnya.


    Terpisah Babinsa Koramil 13/Rembang untuk Desa Tanalum Serda M. Tongat saat dikonfirmasi menuturkan adanya kejadian ini  dirinya bersama Satgas PPKM mikro akan melaksanakan pengawasan lebih ketat kepada masyarakat agar penyebaran tidak semakin masif terjadi,minggu (2/5/2021).


    "Rencananya Senin, (3/5)  Satgas Covid-19 akan melakukan tracking dan swab ulang agar dapat memutus rantai penyebaran lebih luas," katanya.


    "Yang kami lakukan saat ini adalah selain memastikan 18 orang menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing, kami juga akan melakukan pengawasan melibatkan Puskesmas dan Satgas PPKM mikro," imbuhnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini