• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Antisipasi Adanya Warga Yang Nekat Mudik, Pemkab Semarang Operasikan Rumah Singgah Untuk Isolasi

    REDAKSI
    Selasa, 04 Mei 2021, 10:40:00 PM WIB Last Updated 2021-05-04T15:43:50Z
    Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha SH MH saat memberikan sambutan acara Rakor Ekuinda di Pendapa Rumah Dinas

    .(Foto: Junaedi/Istimewa)


    Laporan: Arie Budi | Kontributor Ungaran


    UNGARAN,harian7.com - Rumah Singgah Pringapus sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 menjelang lebaran tahun ini, resmi dibuka. Hal itu menindaklanjuti perintah Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH.


    Menurut Bupati, meski telah resmi dilarang, diperkirakan masih ada warga yang mudik ke wilayah Kabupaten Semarang. Merekalah yang berpotensi besar menyebarkan virus dan menambah kasus positif baru. Karenanya, Dinas Kesehatan juga telah diperintahkan untuk mengantisipasi melalui pendataan di tingkat Puskesmas. 


    “Kita menjaga kenyamanan dan kesehatan warga agar tidak terjadi lonjakan kasus positif baru karena adanya warga pendatang,” tegas Bupati usai Rakor Ekuinda di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Selasa (4/5/2021) siang.


    Sementara, Kepala Dinkes dr Ani Raharjo MPPM menjelaskan rumah singgah di Rusunawa Pringapus berkapasitas 112 kamar. Sebelumnya, dua rumah singgah di Suwakul dan Hotel Garuda Getasan juga telah dimanfaatkan untuk isolasi pasien Covid-19.


    Bekerja sama dengan satgas Jogo Tonggo Desa/Kelurahan, pemudik yang tidak membawa surat sehat akan diminta menjalani tes antigen secara gratis di Puskesmas terdekat. Jika hasilnya positif, akan langsung diminta isolasi di rumah singgah.


     “Mulai 13 April lalu, sudah disiapkan petugas kesehatan di beberapa pos melayani tes antigen. Seluruh rumah sakit dan Puskesmas rawat inap juga sudah disiagakan,” terangnya.


    Ani berharap warga tetap patuh menjalani protokol kesehatan terutama saat menjalankan ibadah di Bulan Ramadan termasuk salat Tarawih. Jemaah yang abai protokol kesehatan berpotensi menjadi klaster penularan.


    Masih di kesempatan yang sama, Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo melalui Kapolsek Ungaran Kompol Ana Maria Retno Wati menjelaskan disiapkan enam lokasi pos penyekatan pemudik. Selain di Taman Serasi  perbatasan Kota Semarang, ada di pos cek point Gemawang Jambu, Rest Area Tol Semarang – Solo KM 429, Kopeng, Sruwen dan Rest Area Tol Semarang-Solo KM 456 Pabelan. Tercatat lebih dari 450 personel gabungan yang akan melaksanakan pengamanan dan penyekatan selama perayaan Idul Fitri nanti. 


    “Personel yang dilibatkan dari Polres, TNI, Dishub, Satpol PP dan Dinkes,” ujarnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini