• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

     


    Iklan

    Adv

    Cegah Penyalahgunakan Dana Desa, Kejari Banjarnegara Gelar Sosialisasi Jaga Desa di Kecamatan Mandiraja

    REDAKSI
    Kamis, 08 April 2021, 1:48:00 PM WIB Last Updated 2021-04-08T06:48:46Z


    Laporan: Iwan Setiawan | Kontributor Banjarnegara


    BANJARNEGARA,harian7.com - Dalam rangka untuk mengoptimalkan pencegahan penyalahgunaan  pengelolaan Dana Desa (DD), Kejaksaan Negeri Banjarnegara menggelar kegiatan penyuluhan hukum dan penerangan hukum serta sosialisasi Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) kepada perangkat desa sewilayah Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara.


    Kegiatan digelar di Aula Kantor Desa Mandiraja Wetan Rabu (07/4/2021) yang diikuti oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara Desa dan Kasi Kesra Desa se Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara.


    Kepala Seksi Intelijen Kejari Banjarnegara Yasozisokhi Zebua, SH yang turut sebagai Narasumber menyampaikan , Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) merupakan salah satu program Kejaksaan RI di bidang intelijen, yang bertujuan untuk melakukan pencegahan khususnya dalam pengelolaan dana desa, program yang telah ada sejak tahun 2018 setelah adanya Nota Kesepahaman Dan Perjanjian Kerja Sama Antara Jaksa Agung RI dengan Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi di Jakarta pada tanggal 15 Maret 2018.


    "Kegiatan ini menindaklanjuti Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama, maka Kejaksaan mengemas dalam bentuk sebuah program yakni Jaga Desa (Jaksa Garda Desa),"paparnya .


    Yasozisokhi Zebua menekan ,  dimana dalam pengelolaan dana desa setiap tahapannya mempunyai celah atau rawan penyimpangan maka oleh sebab itu untuk mengelola Dana desa tersebut dalam setiap tahapannya agar benar benar dilaksanakan dengan baik, mulai dari tahap perencanaan saat musrenbangdes, penyusunan RAB hingga dalam bentuk APBDes.


    lanjut  Kasi Intel , kemudian dalam tahap pelaksanaan kegiatan, tahap pembayaran atau pencairan anggaran kegiatan, tahap pelaporan serta tahap pertanggungjawaban, semua mempunyai celah dan rawan penyimpangan. 


    "Penyimpangan yang dilakukan oleh oknum kepala desa maupun oknum dari perangkatnya bisa saja karena ada unsur kesengajaan dan bisa juga karena tidak sengaja atau tidak punya niat melakukan penyimpangan namun karena kekurang pahaman dalam pengelolaan dana desa sehingga membuat kesalahan yang kesalahan tersebut dapat saja mempunyai unsur kerugian Negara,"imbuhnya .



    Oleh sebab itu Kejaksaan hadir untuk mencegah hal tersebut, Jaksa Garda Desa hadir melakukan pengawasan serta memberikan pendampingan, bahkan membuka ruang konsultasi kepada kepala desa beserta perangkatnya.



    Pada kesempatan akhir kegiatan Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Sigid J. Pribadi, SH, MH. memberi pengarahan terkait dalam pengelolaan Dana Desa agar dilaksanakan sesuai mekanisme yang ada.


     Camat Kecamatan Madiraja Drs. Tuslam dan Ketua FKPD Kecamatan Mandiraja Satam memberikan apresiasi serta atensi terhadap kegiatan tersebut, dimana bentuk pencegahan ini sangat penting dan berharap agar pihak Kejaksaan dalam hal ini Kejaksaan Negeri Banjarnegara tetap mendampingi kegiatan kegiatan disemua desa sekecamatan mandiraja. 


    Dalam kegiatan turut hadir forkopimca yakni Danramil Kecamatan Mandiraja Kapten Bambang Apriyanto serta polsek Kecamatan Mandiraja dalam hal ini Aipda Eko Subagyo.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +