• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Aprilan di Dusun Merapisari Ke-67 Digelar Secara Sederhana Namun Berlangsung Khidmat

    Admin : Ady Prasetyo
    Jumat, 16 April 2021, 11:16:00 AM WIB Last Updated 2021-04-16T08:03:20Z

     Penulis : Ady Prasetyo | Kabiro Kedu


    Segenap warga dusun merapisari ketika melakukan do'a bersama. 


    MAGELANG, harian7.com  - Kejadian meletusnya gunung merapi pada tahun 1954 mengakibatkan beberapa warga dari dusun Keningar, Sumber, Paten, Soka kecamatan Dukun dan dusun Wonolelo di kecamatan Sawangan tersebut harus diungsikan ke beberapa lokasi dan salah satunya ditempatkan disebuah lahan kebun teh di wilayah desa ngablak kecamatan ngablak kabupaten magelang untuk membuat pemukiman baru,

     

    Seiring perkembangan jaman kini dusun yang diberi nama Merapisari telah didiami sekitar 160 kepala keluarga yang hidup penuh kerukunan dan kedamaian.


    Sebagai bentuk rasa syukur warganya pada tanggal 16 april tiap tahun menggelar ulang tahun dan selamatan serta memanjatkan Do'a kepada Tuhan YME atas segala nikmat dan karunianya.


    Jalan masuk ke dusun merapisari.


    Menurut keterangan Songko Supriyono (49) selaku kepala dusun, bahwa saat ini warganya melaksanakan merti dusun dan memperingati hari ulang tahun yang biasa disebut (Aprilan) atas terbentuknya dusun merapisari yang Ke-67, pada Jumat, (16/4/21).


    " Berhubung saat ini masih masa pandemi Covid-19 kami melaksanakan kegiatan ini secara sederhana dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan 5M, " Terangnya.


    Tradisi "Metokan" dengan membawa nasi tumpeng lengkap dengan ingkung ayam dan aneka sayur maupun jajan pasar serta buah pisang masih tetap dilaksanakan seperti biasa.


    " Untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa, saat ini tidak ada acara makan bersama ditempat," Tuturnya. 


    Disisi lain, Yustinus Wahyu Pratomo (29) merasa senang bisa terus ikut meneruskan budaya luhur yang diwarisi dari kakek neneknya untuk melaksanakan perti dusun ini, namun dirinya merasa kurang puas dengan apa yang terjadi selama adanya pandemi ini,


    " Sudah selama dua kali acara seperti ini kurang meriah seperti tahun - tahun sebelumnya, semoga tahun depan kami bisa melaksanakan seperti dulu sebelum adanya wabah corona ini," Harapnya. 


    Sebagai pelengkap prosesi ini juga diadakan sesaji lengkap dan digelar wayang kulit secara simbolis dengan dalang Ki Jumbuh Siswanto dari pakis. 


    Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang digelar secara meriah dengan menggelar arak-arakan dan pesta - pora mengundang sanak saudara juga adanya pementasan berbagai kesenian khususnya pagelaran wayang sehari semalam, akan tetapi kali ini hanya segenap warga baik pria dan wanita dari para orangtua hingga anak-anak bersama-sama memanjatkan doa dan  mendengarkan cerita sejarah berdirinya dusun Merapisari. Meski dilakukan dengan sederhana, acara ini berlangsung khidmat. (*)




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini