• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

     


    Iklan

    Adv

    Sikap Moderat Harus Jadi Pedoman Berbangsa dan Bernegara, Itu Kata Wapres Saat Sambutan Peringatan Isra Mikraj

    REDAKSI
    Kamis, 11 Maret 2021, 8:21:00 PM WIB Last Updated 2021-03-11T13:23:29Z
    Wapres Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan Tahun 2021 Masehi/1442 Hijriah, melalui konferensi video, Rabu (10/03/2021) malam. (Foto: BPMI Setwapres)


    JAKARTA,harian7.com - Indonesia merupakan bangsa yang majemuk terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa maka sikap moderat,  saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial maupun kehidupan beragama menjadi penting.


    “Umat Islam harus menjadi umat yang moderat (wasathy) di dalam segala hal, baik cara berpikir, bersikap, maupun bertindak, baik dalam hal ibadah maupun dalam hal muamalah,” ucap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan Tahun 2021 Masehi/1442 Hijriah, melalui konferensi video, Rabu (10/03/2021) malam.


    Ditegaskan Wapres, umat Islam yang dibangun oleh Rasulullah adalah umat yang moderat. “Kondisi umat yang dihadapi Rasulullah saw. sangat beragam, baik dari aspek agama maupun etnis. Oleh karena itu, diperlukan sikap kepemimpinan yang penuh kesabaran, kebijakan, kebijaksanaan, dan keadilan, namun tetap teguh dalam menyampaikan misi dakwahnya,” ujarnya.


    Wapres menekankan agar sikap moderat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena sangat dibutuhkan bagi bangsa Indonesia yang majemuk dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.


    “Dalam konteks berbangsa dan bernegara sikap moderat ini sangat relevan dan harus dijadikan pedoman karena bangsa kita adalah bangsa yang majemuk,” ujarnya.


    Wapres menilai penerapan prinsip menjaga persaudaraan bangsa dan persaudaraan kemanusiaan yang dilakukan oleh para ulama untuk menjaga persatuan bangsa merupakan hal yang tepat.


    “Sangat tepat sekali apa yang dibuat oleh para ulama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara mengembangkan prinsip ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), di samping ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan),” tegasnya.


    Dalam sambutannya, Wapres menuturkan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dan monumental bagi umat Islam yang merupakan perjalanan spiritual bagi Nabi Muhammad saw. dalam membuktikan kekuasaan Allah Swt.


    “Nabi Muhammad saw. sebagai pemimpin besar yang ditugasi untuk melakukan perbaikan di segala bidang bagi seluruh umat manusia dengan berbagai latar belakang, memerlukan pengetahuan dan wawasan yang luas. Dengan perjalanan Isra dan Mikraj itu Nabi Muhammad saw.  memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan tentang kekuasaan Allah Swt.,” tuturnya.


    Menutup sambutannya, Wapres mengajak masyarakat untuk senantiasa bahu membahu dan bergotong royong untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.


    Wapres juga mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai wujud ikhtiar dengan seraya memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi COVID-19 dapat segera berakhir.


    “Marilah kita tetap melakukan ikhtiar bersama untuk menghilangkan pandemi ini melalui vaksinasi COVID-19 untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Saya juga mengajak semua masyarakat untuk tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan,” tandasnya.


    Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa semangat Isra Mikraj yang memiliki nilai moderasi beragama, senada dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila, sehingga sangat tepat apabila diterapkan untuk membangun Indonesia yang lebih maju.


    “Beberapa spirit Isra Mikraj seperti keseimbangan, keberkahan, musyawarah, dan persatuan, tidak lain adalah spirit yang dibutuhkan untuk negara ini. Seyogyanya spirit tersebut dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai landasan membangun kehidupan harmonis di tengah-tengah keragaman latar belakang, suku, dan agama untuk sampai pada cita-cita luhur kita, yakni bangsa yang utuh yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila,” ucap Yaqut. (YUAN/BPMI SETWAPRES/UN)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +