• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Sharing Seputar Toleransi di Kota Salatiga, Haris Paparkan Raihan Kota Paling Toleran se-Indonesia Yang Baru Saja Diraih

    REDAKSI
    Sabtu, 20 Maret 2021, 10:38:00 PM WIB Last Updated 2021-03-20T15:38:43Z
    Foto bersama disela acara. (Istimewa)


    Laporan: Choerul Amar


    JAKARTA,harian7.com - Muh. Haris, Wakil Walikota Salatiga paparkan raihan Kota Paling Toleran se-Indonesia yang baru saja didapatkan oleh Kota Salatiga, Sabtu (20/3) di Hotel Bidara Jakarta. Kesempatan tersebut ia dapatkan dalam kegiatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Kepala Daerah dari kader PKS se-Indonesia, 19-20 Maret 2021.


    Muh. Haris mengatakan bahwa penghargaan kota paling toleran yang diraih oleh Kota Salatiga menurutnya Kota Salatiga berhasil memprioritaskan pembangunan sumber daya manusianya. Hal itu terbukti indeks pembangunan manusia Kota Salatiga tertinggi memuncaki kota/kabupaten di Jawa Tengah.


    “Kami selalu memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia di Kota Salatiga. Terbukti dengan pembangunan masyarakat yang baik, toleransi bisa terwujud. Apabila masyarakat sudah cerdas dan bijaksana maka pembangunan sektor lainnya akan mudah dicapai,” kata Muh. Haris yang juga Ketua Umum DPW PKS Jawa Tengah, melalui rilisnya kepada harian7.com.

     

    Ia menambahkan kemajuan di Kota Salatiga terwujud berkat partisipasi seluruh stake holder terutama masyarakat. Dukungan dan kerjasama masyarakat sangat besar. Berbagai etnis, suku, dan agama hidup rukun berdampingan di Kota Hati Beriman ini.


    “Kunci dari kemajuan di Kota Salatiga adalah besarnya dukungan dari masyarakat dalam mensukseskan program pemerintah. Kita punya tiga prioritas utama yang sering kami sebut dengan istilah wasis (pendidikan), waras (kesehatan), dan Wareng (UMKM),” kata Haris.


    Badan Pembinaan Kepala  Daerah (BPKD ) DPP PKS selaku penyelenggara mengusung tema Menuju Keunggulan Kepemimpinan Daerah. Dalam silatnas ini menghadirkan pembicara seperti Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segal Al-Jufri, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan; Mentri keuangan Sri Mulyani, Ketua KPK dan Kepala BPK RI serta Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.


    Kepala BPKD DPP PKS, Zulkifliemansyah menjelaskan tentang peran BPKD PKS merupakan wadah bagi kepala daerah dari kader PKS untuk saling bersinergi dan memotivasi satu dengan yang lainnya.


    "Dengan kegiatan ini kita bisa saling berbagi pengalaman memimpin daerah, saya ingat beberapa hari setelah dilantik, saya dikunjungi pak Ahmad Heryawan untuk sharing dan berbagi pengalaman," kata Zulkifliemansyah.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini