• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Iklan

    Adv

    "Pintar Saja Tidak Cukup, Harus Diimbangi Aattitude", Itu Kata Mantan Gadik Madya Pusdik Binmas Lemdiklat Polri Kepada Ratusan Ormawa IAIN Salatiga

    REDAKSI
    Selasa, 02 Maret 2021, 9:12:00 PM WIB Last Updated 2021-03-02T14:12:41Z


    Laporan: Bang Nur


    SALATIGA,harian7.com - Untuk menjadi  pemimpin di sebuah organisasi kemahasiswaan tidak hanya cukup bermodalkan pintar saja. Namun harus diimbangi dengan attitude agar menjadi mahasiswa berakhlakul karimah. Demikian ditegaskan AKBP (P) Rugaya Renwarin SH MM, kepada ratusan pimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi (PT) IAIN Salatiga lewat materi Neuro Associative Conditioning (NAC), Selasa (2/3/2021).


    Lebih lanjut seorang perempuan mantan Tenaga Pendidik (Gadik) Madya Pusdik Binmas Lemdiklat Polri tersebut menjelaskan, NAC diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai teknik pengkondisian bahasa peryarafan otak (neuro linguistiq). 


    "Teknik tersebut dapat digunakan untuk menghilangkan trauma, phobia, meningkatkan percaya diri, melatih kekuatan bawah sadar (sub-conscious mind), dan menguasai teknik komunikasi yang efektif. Teknik NAC ini dikembangkan oleh Anthony Robbins, motivator nomor 1 dunia,"jelasnya.



    Disebutkan Rugaya Renwarin SH MM, melalui materi NAC ini sangat efektif membentuk karakter seseorang rak terkecuali para pemimpin mahasiswa di lingkungan PT. 


    "Jadi dalam pengembangan diri kita diharapkan lebih banyak menggunakan akal pikiran dan pengetahuan. Karena kodrat manusia itu di bekali otak untuk berpikir dengan tujuan selalu bisa bersosialisasi sesuai jamannya tanpa meninggalkan agama," ucap mantan Waka Polres Salatiga ini, kepada wartawan.


    Ia mengungkapkan, melalui NAC, para pimpinan Ormawa melepas jaket lalu kemudian memberikan jaket yang baru."Namanya jaket NAC, jaket perubahan. Intinya dalam hidup itu apa yang kita perbuat akan berbalik kepada kita. Dan dengan berakhlakul karimah, seorang pemimpin dibutuhkan suatu sikap yang baik sesuai dengan ajaran agama," tandas Rugaya.


    Dan pada akhirnya, masih kata Rugaya, NAC mempunyai tujuan untuk mengembalikan semangat dan teladan yang telah diwariskan oleh para pejuang dan para pahlawan Indonesia melalui training Pendidikan Karakter. 


    Senada disampaikan Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dr Siti Zumrotun MAg. sosok perempuan yang dikenal ramah ini  sangat mengapresiasi materi dan ilmu NAC yang disampaikan oleh AKBP (P) Rugaya Renwarin SH MM. 


    Menurutnya, melalui ilmu NAC dalam berorganisasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa."Dalam berorganisasi sendiri mahasiswa harus serius karena dengan berorganisasi mahasiswa mampu menempa dirinya menjadi orang yag kuat, gagah berani," papar Siti Zumrotun.  


    Diungkapkan Siti Zumrotun, dengan berorganisasi, mahasiswa bisa membangun jaringan dengan berbagai pihak. Bahkan dengan berorganisasi mahasiswa bisa membangun bisnis dan kedepannya menjadi generasi yg luar biasa.


    Berorganisasi di Fakultas Syari'ah sendiri harus berpegang teguh pada nilai-nilai aqidah dan Amaliah. Karena dengan memegang teguh prinsip tersebut maka kalian akan memiliki Akhlaqul Karimah.


    "Dengan jiwa yang berakhlakul karimah ini maka kalian akan mampu menjadi pemimpin yang baik dan penuh bertanggung jawab, dan tidak menjadi seorang penguasa. Namun saya juga berpesan tetap semangat  dalam bidang akademik sebagai alat untuk merespon perkembangan hukum di Indonesia tercinta ini," imbuhnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +