• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

     


    Iklan

    Adv

    Kasus Pasutri Tuna Netra Diduga Tertipu Pengacara Terus Bergulir, Sudarman: "Dia Bukan Anak Angkat Lamini, Tapi Dulu Hanya Anak Terlantar dan Dirawat

    REDAKSI
    Rabu, 10 Maret 2021, 10:42:00 PM WIB Last Updated 2021-03-10T15:45:03Z
    Pasutri tuna netra (atas), kerabat alm Lamini (bawah)


    Laporan: Indra | Kontributor Nganjuk

    Editor: Bang Nur


    NGANJUK,harian7.com - Persoalan seorang pasutri penyandang tuna netra yakni Azis Rahayu dan Bukhori terus bergulir. Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan tersebut diduga telah ditipu oleh seorang oknum pengacara.


    Dibalik kasus perkara pasutri yang juga sempat viral, ternyata  ada dugaan pemalsuan data kependudukan. Pasalnya Azis Rahayu bukan merupakan anak ataupun keluarga dari pasangan Lamini dan Parto. Pernyataan tersebut di keluarkan oleh Sudarman kerabat almarhumah Lamini. Dalam pemberitaan sebelumnya seperti disebutkan Azis Rahayu jika Lamini adalah ibu angkatnya.


    Menurut Sudarman saat di temui awak media harian7.com, Rabu (10/3/2021) membenarkan bahwa dirinya masih bagian dari keluarga Lamini dan mengatakan, jika Azis Rahayu bukan anak kandung Lamini dan Parto. Alasanya karena dulu memang terlantar karena ditinggal oleh ibunya (Puji Astutik) yang di duga hasil dari luar nikah dan akhirnya Lamini yang merawatnya.


    "Karena pada saat itu saya juga ikut membantu merawat Azis Rahayu  masih dalam kandungan dan di lahirkan di rumah saudara saya Lamini. Orang tua dari Azis Rahayu itu namanya Puji Astutik, dan sampai saat ini tidak tahu keberadaannya bahkan saya sempat mencari ke Surabaya sampai berbulan-bulan di saat ada informasi bahwa Puji Astutik kerja di Tropodo, Kota Surabaya, namun upaya saya mencarinya Puji Astutik, tak membuahkan hasil dan tidak ketemu sampai saat ini,"jelas Sudarman.


    Sudarman menambahkan, untuk data kependudukan itu dulu entah siapa yang memalsukan, karena pada saat itu awalnya masuk dalam dokumen pribadi Kartu Keluarga (KK) tercatat sebagai cucu, dan selang beberapa waktu kemudian bisa menjadi anak.


    "Ya sampai saat ini Akta kelahiran tidak ada apalagi surat adopsi, saya meduga mungkin ini hanya siasat untuk bisa  menguwasai aset tersebut yang kini sudah viral di pemberitaan media,"ungkapnya.


    Senada diungkapkan mantan Sekretaris (Sekdes) Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Dwi. Kepada harian7.com ia mengatakan bahwa Azis Rahayu bukanlah anak kandung ataupun bagian dari keluarga Lamini.


    "Ya setahu saya anak itu AzisRahayu adalah anak dari Puji Astutik yang ditelantarkan, yang akhirnya dirawat oleh Lamini, ya karena kondisi tidak normal atau penyandang disabilitas dan bisa dikatakan Tuna Netra karena penglihatannya kurang, mungkin Lamini ada rasa kasihan, " ujar Dwi kepada Selasa (27/02/2021).



    Dwi menjelaskan bahwa Lamini adalah anak tunggal, dan Azis Rahayu tidak ada surat adopsi dari pengadilan, dulu itu kan terkait dokumen pribadi fleksibel, untuk memasukkan data ke KK itu bisa ditulis tangan, jadi Azis Rahayu sama sekali tidak ada unsur keluarga.


    "Menurut kabar ada orang Keramat, yang hamil di luar nikah yang diusir oleh keluarganya sekaligus tidak diakui, pada akhirnya ditinggal dirumah Lamini, yang kebetulan tidak punya keturunan atau tidak punya anak, namun punya saudara atas nama Sudarman, " ungkap Dwi.


    Sementara Yatiran Kepala Desa (Kades) Bungur, Kecamatan Sukomoro,  mengatakan bahwa pihaknya memberi pembelaan terhadap Azis Rahayu berdasarkan produk hukum yakni dokumen negara yakni KK, dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) bahkan awalnya masuk di KK tercatat sebagai cucu dan selang beberapa waktu kemudian menjadi anak.


    "Ya saya berpijak pada sertifikat atas nama Lamini garis miring Azis Rahayu, kita pada saat itu sempat mediasi mencari kesepakatan ditingkat Kecamatan Sukomoro, bersama Forpimcan yang sekaligus ada AM, Azis Rahayu, juga Sudarman dan juga saya, dan saat ini saya terkejut kok malah jadi polemik, " kata Yatiran kepada Rabu (28/02/2021).


    Kesimpulan semtara  dari hasil perkembangan konfirmasi dari beberapa perangkat Desa bungur kecamatan sukomoro bahwa benar benar mengetahui sejarahnya azis bukan dari anak kandung dari Lamini dan Parto untuk kebenaranya siapakah yang lebih berhak meliki aset tersebut Azis atau Darman.


    Berita sebelumnya:

    Kisah Pilu Pasutri Penyandang Tuna Netra Diduga Tertipu Seorang Pengacara, Kini Aset Tanah Miliknyapun Raib, Bagaimana Nasib Putriku Nanti?

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +