• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

     


    Adv BD


    Adv

    Universitas Negeri Semarang Kukuhkan 3 Profesor

    REDAKSI SEMARANG
    Rabu, 24 Februari 2021, 8:41:00 PM WIB Last Updated 2021-02-24T13:44:16Z
    Rektor Unnes bersama 3 profesor foto bersama seusai dikukuhkan


    SEMARANG, Harian7.com - Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rokhman mengukuhkan tiga profesor melalui sidang senat terbuka yang dilaksanakan secara daring dan luring di Gedung Rektorat Sekaran Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/02).


    Ketiga profesor yang dikukuhkan yakni Prof Dr Erni Suharini, Prof Dr Subiyanto dan Prof Dr Isti Hidayah.


    Fathur Rokhman mengatakan, bagi Unnes hadirnya profesor tidak berarti berakhirnya energi baru untuk terus meningkatkan kapasitas institusi sehingga visi sebagai universitas konservasi dan bereputasi internasional akan lebih mudah diwujudkan


    "Para profesor diharapkan berperan menjadi lokomotif yang menggerakkan kemajuan akademik Unnes melalui karya pemikiran, penelitian dan inovasi," ujarnya.


    Menurutnya, dengan karya inovatifnya, para profesor juga harus menjadi obor yang menjaga semangat keilmuan.


    "Para mahasiswa, rekan kerja dan terus menyala sehingga mereka menjadi pribadi yang mencintai ilmu pengetahuan," jelasnya.


    Erni Suharini, profesor yang dikukuhkan dalam bidang ilmu pendidikan geografi kebencanaan Fakultas Ilmu Sosial menuturkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki ancaman bencana banjir yang sangat tinggi, baik karena cuaca ekstrim akibat perubahan iklim hingga banjir rob dan tsunami.


    "Berdasarkan dokumentasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kurang-lebih telah terjadi 7.574 kali bencana banjir di Indonesia selama periode 2011 hingga September 2020. Meskipun bencana banjir terjadi secara fluktuatif, namun tingkat intensitas tergolong tinggi selama 10 tahun terakhir," ucapnya.


    Menurutnya, faktanya masyarakat masih lemah dalam menghadapi bencana banjir tersebut. Hal tersebut disebabkan karena rendahnya pendidikan, belum matangnya emosi dan pola pikir menggunakan informasi ilmiah mudah terpengaruhi berita hoax.

     

    Dia menambahkan, pada era digital dan industri 4.0 saat ini, merupakan momentum yang tepat dalam mengembangkan literasi literasi kebencanaan.


    Dengan kata lain, lanjutnya,  keberhasilan transformasi perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih tangguh menghadapi bencana melalui perangkat komunikasi dan peningkatan pengetahuan ilmiah.


    "Mengacu pada sudut pandang pendidikan, UNESCO merekomendasikan empat pilar pendidikan sebagai landasan yang membentuk SDM mandiri, bersaing secara global serta mampu mengambil peluang dan tantangan. Keempat pilar tersebut terdiri dari learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together," pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +