• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Diduga Palsukan Akte, Oknum Kades Terancam Pidana 7 Tahun

    REDAKSI
    Rabu, 03 Februari 2021, 8:05:00 PM WIB Last Updated 2021-02-03T13:05:47Z


    Laporan: Indra | Kontributor Nganjuk


    NGANJUK,harian7.com - Terkait dugaan adanya pemalsuan akta yang dilakukan oleh MY salah satu oknum Kepala Desa diwilayah Kabupaten Ponorogo, pelakunya bisa terancam kurungan penjara 7 tahun. Demikian diungkapkan Imam Ghozali SH MH selaku kuasa hukum Bagus Setyo Nugroho, salah satu  Persero di CV Adhi Djoyo, Rabu (03/02/2021).


    Dikatakanya, selain menjabat sebagai kades, MY juga  menjabat sebagai Komisaris di CV Adhi Djoyo. Imam menyebut bahwa pembuatan akta tersebut  dilakukan secara sepihak oleh MY dan tanpa adanya pemberitahuan.


    “Akta No. 105, Akra No. 106, dan Akta No. 107 yang dibuat secara bersamaan dihadapan Notaris Fery Kurniawan di Tanjunganom Nganjuk tertanggal 23 November 2020, hal ini berkaitan dengan kedudukan Bagus Setyo Nugroho selaku salah satu Persero di CV Adhi Djoyo,”jelasnya.


    Iman Ghozali menambahkan, hal tersebut juga sangat merugikan kedudukan Bagus. Setidaknya ada beberapa hal yang menurutnya salah, yakni kesalahan prosedur kaitannya dengan pernyataan didalam akta tidak sesuai.



    “Lalu, kenyataanya Bagus tidak pernah menghadap untuk membuat pernyataan akta, juga isi akta menyebutkan tentang perubahan pengurus, yang semula Bagus sebagai wakil ketua dihilangkan dihilangkan dari kedudukan. Saham milik Bagus 10 persen dihilangkan, 50 persen KR dan 50 persen MI,”terang Imam Ghozali.


    "Sementara saudara Bagus tidak menyetujui itu, dan akta tersebut telah digunakan untuk perubahan Kemenkumham guna merubah legalitas dari CV Adhi Djoyo. Degan perubahan tadi, kkedudukan dan saham Bagus hilang tanpa hitungan yang jelas,” tambahnya.


    Jika merujuk pada pasal 266, hal itu merujuk tentang pemalsuan data otentik yang menyebabkan kerugian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


    Sementara, Bagus Setyo Nugroho menyampaikan, masalah perubahan akta itu pihaknya tidak pernah hadir dan tidak pernah menandatanganinya.


    “Saya juga sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dan sampai saat ini masih memberi kesempatan komunikasi juga kita selesaikan secara kekeluargaan,”ujar Bagus.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini