• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    LSM ICI Jateng Temukan Adanya Dugaan Dana BOP Pesantren Disunat di Tiga Kabupaten

    REDAKSI
    Jumat, 29 Januari 2021, 10:39:00 PM WIB Last Updated 2021-01-29T15:39:49Z
    Wakil Direktur ICI Jateng, Shodiq.


    Laporan: Bang Nur


    UNGARAN,harian7.com - Dugaan adanya  pemotongan BOP Pesantren, MDT dan Daring yang bersumber dari dana Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2020/2021 oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab kerap memicu perhatian publik. Demikian diungkapkan Ditektur LSM ICI Jateng Dr Krihsna Djaya Darumurti SH MH melalui Wakil Direktu Shodiq kepada harian7.com, Jumat (29/1/2021).


    Shodiq menandaskan bahwa itu merupakan tindakan yang haram dilakukan. Ia menyebut saat ini ICI Jateng berdasarkan investigasi dilapangan di tiga Kabupaten yakni Semarang, Temanggung dan Boyolali adanya dugaan pemotongan bantuan BOP Pesantren tersebut.


    "Modusnya biasanya pemotongan dilakukan usai pencairan di bank. Dan cara yang dilakukan biasanya dengan dalih untuk membeli atau dibelanjakan alat prokes. Disitulah mereka bermain dengan mark up harga,"tandasnya.


    Disampaikan Shodiq, LSM ICI saat ini tengah mengkaji berdasarkan bukti - bukti dilapangan yang selanjutnya akan melaporkan ke pihak berwajib.


    Berita terkait:

    Waduh! Diduga Bantuan BOP Covid 19 di Wilayah Kecamatan Pringsurat Disunat Oleh Tiga Pengurus


    "Saat ini yang kita fokuskan di wilayah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang. Jika bukti sudah lengkap kami dapat kita akan luncurkan laporan,"tandasnya.


    Shodiq berharap, adanya dugaan pemotongan dana BOP Pesantren di Wilayah Pringsurat Kabupaten Temanggung, agar aparat penegak hukum (APH) untuk turun kelapangan dan menindak para pelakunya. Tak hanya di Temanggung, di Kabupaten Semarang dan Boyolali juga.


    Ditambahkan Shodiq,"Aturanya kan sudah jelas, sebagaimana petunjuk teknis BOP dan Pendidikan Agama Islam pada masa Pandemi Covid -19,"teranya.


    "Sebagaimana dalam juknis dijelaskan bahwa tidak ada potongan apapun. Jadi pesan saya para tukang sunat itu hendaknya segera bertaubat,"pungkasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NEWS FOTO

    +