• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    www.harian7.com

    Adv

    Malu Saudara Perempuanya Sering Diajak Pergi, Darahpun Mengalir Akibat Sabetan Golok

    REDAKSI
    Selasa, 22 Desember 2020, 4:42:00 AM WIB Last Updated 2020-12-21T21:42:42Z
    Tersangka saat diperiksa polisi.


    Penulis : Ady Prasetyo | Kepala Biro Kedu


    MAGELANG, harian7.com - Seorang pelajar berinisial MGP (18) warga Kajoran Kab. Magelang ditangkap Unit Reskrim Polsek Kajoran Polres Magelang polda jateng karena diduga telah menganiaya korban FK ( 36) Warga Kwaderan Kec. Kajoran Kab. Magelang, Minggu (20/12/2020).


    Kapolsek Kajoran Iptu Edi Suryono, S.H.,M.H. menyebutkan bahwa tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan dengan barang bukti sebuah senjata tajam yang digunakan untuk melukai korban.


    " Benar, tersangka kami tangkap dirumahnya beserta  barang buktinya sebuah golok yang ia gunakan dan telah kita lakukan penyitaan guna pembuktian perkara, " ujarnya.


    Ia menambahkan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka melakukan perbuatanya karena korban FK sering membawa pergi saudara perempuan tersangka sehingga membuat malu keluarga tersangka. 


    Awal mula kejadian tersangka MGP datang ke rumah korban FK bersama saksi DAP, sesampainya di rumah korban FK kemudian tersangka MGP mengetuk pintu rumah korban. Saat korban membuka pintu tersangka menghunus golok dan langsung mengarahkan sabetan golok ke arah tubuh korban.


    Melihat perbuatan tersangka yang mengancam jiwanya, korban melarikan diri ke samping rumah, namun tersangka mengejar korban dan akhirnya berhasil membacok korban yang mengenai dada kiri bagian atas dan pundak kiri korban.


    Seketika itu darah dari tubuh korban mengucur deras dan saksi TL menolong korban FK. sementara saksi DAP Melerai tersangka.


    Saat ini korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tidar Magelang. Imbuhnya.


    Tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. " Kita sangkakan pasal 351 ayat (2) dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara, " katanya.


    Kapolsek juga menyebutkan bahwa  tersangka pada hari Senin (21/12/2021) sudah dilakukan penahanan serta proses penyidikan. Pungkasnya. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini