• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Adv

    Proyek Pemasangan U-Ditch (Saluran Air) di Klumpit Dinilai Ganggu Aktifitas Masyarakat, Tempat Usaha Lumpuh

    Rabu, 04 November 2020, 8:39:00 PM WIB Last Updated 2020-11-04T13:39:42Z
    Arif pemilik bengkel.


    Laporan: Bang  Nur


    SALATIGA,harian7.com - Proyek pembangunan atau pemasangan U-Ditch (Saluran dari beton - red) yang kini masih berjalan di Klumpit RT 02 RW 01 Kelurahan Sidorejo Kidul Kota Salatiga, ternyata dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Pasalnya, adanya kegiatan  tersebut aktifitas keseharian masyarakat menjadi terganggu. Bahkan tempat usaha untuk mengais rezekipun lumpuh total.


    "Dengan adanya pelaksanaan proyek ini yang jelas usaha bengkel saya mati. Kalau proyek ini  sampai Desember keluarga saya nanti makan apa. Karena bengkel ini tempat untuk mencari rezeki,"kata Arif salah satu warga setempat kepada harian7.com, Selasa (3/11/2020) kemarin.


    Arif mengungkapkan, terkait adanya pengerjaan saluran tersebut oleh pihak kontraktor/pelaksana kerja, warga ataupun ketua RT sebelumnya tidak ada konfirmasi ataupun sosialisasi."Pak RT saja semalam saya telepon mengatakan tidak ada pemberitahuan ataupun sosialisai terkait pembangunan saluran tersebut,"terangnya dengan didampingi beberapa warga setempat.


    Arif dan warga lainya hanya berharap adanya perhatian dari para pihak terkait pengerjaan saluran untuk memperhatikan kepentingan warga."Harapannya kita ada kompensasilah, kita orang kecil, menghidupi keluarga juga dari hasil buka usaha bengkel yang saat ini mati karena adanya proyek tersebut. Harapan kami, pemborong atau dinas terkait atau siapalah, saya berharap memberikan komensasi kami untuk menopang kebutuhan keluarga,"terang Arif.


    "Sudah tiga minggu ini, saya dan warga yang usaha percetakan serta usaha usaha lainya jelas terdampak. Sebenarnya kita mendukung adanya proyek pemerintah ini, namun kenapa diawal tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi terlebih dahulu,"pungkas Arif yang diamini Budi warga lainya.

    Agung Slamet Ketua RT 02 saat ditemui harian7.com.


    Sementara itu, Agung Slamet selaku Ketua RT 02 saat ditemui,  kepada harian7.com mengatakan, semalam itu ada keluhan warga yang menyampaikan jika warga yang terdampak proyek ini tidak ada sama sekali pemberitahuan dari para pihak yang terkait proyek ini."Paling ndak kan harusnya ada pemberitahuan, mungkin ke sekitar warga sini, atau ke pak RW yang selanjutnya disampaikan ke warga. Kan seharusnya begitu, namun ini tidak ada sama sekali pemberitahuan,"ungkap Agung.


    Disampaikan Agung, untuk warga yang jelas terdampak yakni warga yang membuka usaha, karena adanya proyek ini usaha mereka sepi bahkan mati. Namun meski demikian warga lainya juga turut terdampak. "Mereka jadi tidak ada pemasukan karena usahanya sepi karena akses jalannya tidak ada,"ucap Agung Slamet.


    Dituturkan Agung, sebelumnya menyampiakam maaf kepada kontraktornya ataupun dinas terkait. Ia hanya bisa berharap akan adanya kepedulian kepada warganya yang terdampak."Ya paling tidak mengasih kompensasi kepada warga saya yang terdampak dan usahanya mati. Apalagi saat ini keadaan masih Covid. Isitlahnya ini baru memulai sedikit sedikit untuk memulihkan ekonomi, e.. justru kena ini, ya jadinya tidak bisa,"ucapnya.


    "Sekali lagi saya sampaikan bagi pak pemborong atau pelaksana yang setahu saya dari Mohandas untuk kemurahan hatinya membantu warga kami yang terdampak. Saya selaku ketua RT 02 dalam hal ini menyampaikan aspirasi warga kami yang terdampak. Sekali lagi saya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan saya menyampaikan inj,"tutup Agung.


    Sementara itu, Taufik dari  PT Mohandas Oeleong saat dikonfirmasi harian7.com melalui WhassApp terkait hal tersebut pihaknya hanya menjawab singkat,"Ke PU dulu aja jenenengan,"jawabnya.


    Terpisah, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit,M.Si saat dikonfirmasi harian7.com terkait tanggapan keluhan warga Klumpit menyampaikan jika ia sudah berkoordinasi untuk dipercepat.


    "Saya sudah koordinasi untuk dipercepat,"jawabnya singkat.


    Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR Kota Salatiga belum bisa dikonfirmasi.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini