• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Adv

    Jelang Pilkada Pjs Walikota Depok Sambangi Kantor KPU

    Rabu, 18 November 2020, 12:20:00 PM WIB Last Updated 2020-11-18T05:20:52Z


    Penulis: Yopi S | Kontributor Kota Depok


    DEPOK,harian7.com - Pejabat Sementara Walikota Depok, Dedi Supandi, mengunjungi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok untuk mengecek persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, pada Rabu (18/11/2020).


    Pada kunjungan itu, Dedi juga membahas mengenai penyelenggaraan Pilkada bebas Covid-19.


    ” Saya mengecek mulai dari penggunaan masker dan kampanye protokol kesehatan lainnya,”ujarnya.


    Tidak hanya itu pihaknya juga mempertanyakan sejauh mana kesiapan KPU dalam menyelesaikan tahapan pemilu serta penetapan hasil pleno DPT.



    "Kita cek semua karena kami mau semua selesai pada waktunya," katanya.


    Sementara itu,Ketua KPU Kota Depok, mengapresiasi kunjungan Pjs Walikota Depok ke tempatnya. pihaknya berkomitmen akan menyukseskan Pilkada 2020 di Kota Depok dengan kondusif.


    ” Saat ini KPU telah menyelesaikan 99 persen tahapan pilkada. Dengan begitu tahapan pilkada aman dan damai akan terealisasikan,”katanya


    Dikatakan Nana bahwa saat ini

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menetapkan 1.229.362 daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pilkada Depok 2020.


    Hal itu diputuskan usai penyelenggaraan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kota Depok.


    "Kami sudah tetapkan sebanyak 1.229.362 pemilih yang tersebar di 11 kecamatan," ujar anggota KPU Kota Depok Divisi Program, Data, dan Informasi, Jayadin.


    Jumlah DPT ini berkurang hampir 1.000 orang dibandingkan jumlah pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) sebelumnya.


    Pada DPS yang dirilis KPU pada September lalu, jumlah pemilih di Pilkada Depok mencapai 1.230.341 orang.


    Dari hasil perbaikan sebelum ditetapkan menjadi DPT, jumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat dilaporkan lebih banyak ketimbang jumlah pemilih baru yang masuk dalam daftar.


    "Pemilih yang sudah pindah, meninggal, maupun kami temukan ganda, bila dibandingkan dengan pemilih yang baru, itu lebih banyak yang memilih tidak memenuhi syarat," kata Jayadin.


    "Kemudian dibandingkan dengan pemilihan saat 2019, DPT kita juga mengalami penurunan dan ini terjadi bukan hanya di Depok. Di Jawa Barat, hampir semua kota dan kabupaten mengalami penurunan juga," jelasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini