• Jelajahi

    Copyright © HARIAN 7 - Sumber Informasi dan Mitra Bisnis Anda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Adv

    Daerah Rawan Pangan, Desa Boto Diusulkan Jadi Desa Pertanian Keluarga

    Minggu, 15 November 2020, 4:30:00 AM WIB Last Updated 2020-11-14T21:30:21Z
    Foto Ist


    UNGARAN,harian7.com – Desa Boto Kecamatan Bancak diusulkan ke Kementerian Pertanian RI untuk dijadikan lokasi program desa pertanian keluarga. Sebab, Desa Boto merupakan daerah rawan pangan yang membutuhkan stimulan untuk bisa mandiri.


    Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Dwi Kuspriyati menyampaikan, program desa pertanian keluarga merupakan program khusus untuk desa rawan pangan sesuai peta ketahanan dan kerawanan pangan (Food security and vulnerability atlas/FSVA) Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI.


    Pemilihan Desa Boto, mengingat program desa mandiri pangan (Demapan) yang sebelumnya berjalan dinilai berhasil. Pencapaian itu karena kerja keras dan kesungguhan para anggota kelompok tani peserta program. Bantuan 30 ekor ternak kambing dari Kementan telah berkembang dan berdampak baik bagi kesejahteraan warga.


    “Tahun ini sudah kami usulkan program Desa Pertanian Keluarga di Desa Boto. Selanjutnya menunggu verifikasi dan persetujuan dari Kementerian Pertanian,” terangnya di sela-sela acara penyerahan bantuan cadangan pangan pemerintah daerah di aula Kantor Desa Boto, Bancak, Jumat (13/11/2020).


    Disampaikan, Kementan RI akan memberikan dana stimulan jika usulan disetujui. Kelompok tani terpilih dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan pertanian terpadu.


    “Jadi para anggota dapat menanam padi, tanaman keras dan beternak untuk meningkatkan ketahanan pangan,” katanya lagi.


    Ditambahkan, di Jawa Tengah, lanjutnya, ada dua desa di Magelang dan Purworejo yang menjadi lokasi program desa pertanian keluarga.


    Kepala Desa Boto Sjaichul Hadi mengakui, desa yang dipimpinnya termasuk rawan pangan. Dari tujuh dusun yang ada, hanya ada satu yang memiliki akses baik di pusat pemerintahan desa. Selain itu, sebagian besar warganya mengandalkan pertanian tadah hujan.


    “Kami sudah kumpulkan kelompok tani untuk bersiap menjadi desa pertanian keluarga itu,” tegasnya.


    Terkait bantuan cadangan pangan, pihaknya telah mengusulkan 98 keluarga penerima manfaat (KPM).

    Selain itu Pemdes Boto juga sudah mengusulkan bantuan tanaman hortikultura dan ternak kambing ke Dispertanikap Kabupaten Semarang.


    “Kami berharap bisa keluar dari zona merah di peta kerawanan pangan,” pungkasnya.(Rie/hms)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini