Iklan

Adv

Virtual Seni Wayang : " Korona Kolo Gendro "

Minggu, 04 Oktober 2020, 10:17:00 PM WIB Last Updated 2020-10-04T15:17:26Z


Penulis: Arie Budi


UNGARAN,harian7.com - Virtual seni Budaya wayang hadapi masa pandemi saat ini. Membuat pelaku seni menjadi terkena dampaknya. Seperti dalam acara angkringan padang bulan secara virtual dengan melakukan dengan seni wayang yang dilakukan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Semarang, di Kampung Wisata Winongsari Kecamatan Candirejo Kabupaten Semarang, Sabtu (3/10/2020) malam kemarin.


Hadir dalam acara tersebut, Dewan Kesenian Kabupaten Semarang Sarwoto, Budayawan Seni Kab Semarang, Sutikno, Tenaga medis dan Pelaku Budaya kabupaten Semarang, Purwadi biasa dipanggil mas ipunk.


Dewan Kesenian Kabupaten Semarang, Sarwoto mengatakan, bahwa acara ini sebetulnya adalah dulu namanya angkringan Padang Bulan, ini kita gagas dalam rangka menyampaikan pesan-pesan publik terhadap  mulai dari pemerintah ke bawah masyarakat atau mungkin yang lain. 


" Hari ini kita sengaja mengemas tentang Bagaimana menyikapi Corona di dalam berkesenian, Nah kita mencoba menyampaikan sounding ini kepada pemerintah tentang protap protokol kesehatan tentang di manakala saya sebagai pelaku seni dan ketua dewan kesenian menyampaikan kepada perintah, " kata Sarwoto biasa dipanggil Ndower.


" Saya sebagai pelaku seni dan ketua dewan kesenian menyampaikan perintah bahwa kesenian ini hidup dan mati adalah kebijakan kalau kita menunggu terus tentang bahaya covid ini lanjut Kapan, kesenian ini harus hidup dan harus makan, " tegasnya.


" Nah saya menyampaikan kepada pemerintah agar pemerintah Aturan itu dipastikan saja jangan ngambang kalau melalui pentas diperbolehkan cara protokol berapa orang 50 orang boleh bolehlah kita 50 orang, kalau tidak Aturan itu harus dibuat luwes dalam arti kesenian disamakan,  pelaku-pelaku seni bisa hidup kelangsungan hidup kita juga akan mematuhi protokol sehingga kita bisa leluasa, bukan mengundang kerumunan tapi bagaimana protap itu Secara pasti-pasti saja karena di dunia seni masih ada pertimbangan yang lain tidak tidak protokol tapi di dunia seni ini kelihatannya seperti ada satu penekanan-penekanan mendatangkan Masa," jelasnya.


" Kita berusaha untuk memberi pengertian kepada mereka kelompok- kelompok kesenian ini melalui tentunya target pembiayaan dari dari pribadi maupun dari kelompok untuk di Virtualkan,  momen virtual ini sebetulnya pemerintah harus hadir memberikan solusi berikan kesimpulan atau apa, mungkin bantuan untuk pentas yang sifatnya bisa memberikan kesan kelangsungan itu virtual ini, " tegas Dewan Kesenian Kab Semarang.


" Saya berharap pemerintah cepat memberi tanggapan tentang keluh kesah temen-temen kesenian berikan ruang gerak yang cukup dengan aturan yang pasti,  syukur-syukur bantuan makan minum ini adalah yang paling belum dapat apa-apa itu ada temen-temen seniman temen-temen kesenian pekerja seni ini belum pernah berarti kan belum pernah ada tadi kita coba-coba pemerintah untuk sedikit memberikan apa ya kebijakan itu lentur aja jangan frontal seperti yang sudah-sudah, " pungkasnya.



Senada disampaikan seorang  Budayawan Seni Kabupaten Semarang Sutikno mengatakan, wayang ini sengaja kami buat untuk acara malam. Sejak pagi kami mewarnai wayang ini sudah kami persiapkan lama, tetap sesuai program dewan kesenian dengan acaranya padang bulan angkringan. 


"Kita berat merasakan situasi kondisi apa yang terjadi  terhadap rekan-rekan pelaku seni yang sekarang menjadi prihatin karena situasi pandemi, jadi mudah-mudahan dengan beberapa karya ini menjadi tolok ukur di kemudian hari agar kita jangan sampai Corona ini menghambat sehingga merugikan siapapun itu yang kami harapkan,"kata Sutikno.


"Wayang ini dari kardus sebetulnya,dan  ini tidak dari cat tapi dari pensil warna namanya, ' korona Kolo Gendro', kami membuat nama ini selalu diingat korona sungguh membuat petaka atau Gendro," Jelas Sutikno


Sementara itu, seorang tenaga medis dan pelaku budaya Kabupaten Semarang Purwadi biasa dipanggil mas ipunk juga menyampaikan, saya kepengen mengubah cara menampilkan dari yang biasanya bisa ditampilkan secara langsung ditonton banyak orang harus kita kemas, bagaimana caranya temen-temen ini bisa mengubah cara cepat bisa membuat sebuah produk seni tetapi bisa menghasilkan lewat virtual hidup saya mudah-mudahan temen-temen bisa cepat bisa mengatasi kondisi seperti ini.


" pesan saya buat teman-teman Tetap protoker jaga juga aturan pemerintah tetap membuat seni menjadi sebuah Sesuatu yang bisa membuat kita menjadi tetap menjadi orang seni, " pesanya.(*)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Terkini